Pilih Teman Shalih, Sebelum Menyesal

Teman Yang Shalih
Teman Yang Shalih
Teman Yang Shalih
Teman Yang Shalih

Banyak saudara kita jatuh terjerambah di kubangan kemaksiatan. Berbagai bentuk kemungkaran menyelimuti mereka. Sehingga mereka sulit lepas dari jerat maksiat. Hanya hidayah Allah yang dapat menyelamatkan mereka dari selimut kemaksiatan itu.

Banyak faktor penyebabnya. Salah satunya, akibat pergaulan yang salah. Pergaulan yang buruk, ketika ia salah menjadikan teman yang buruk sebagai teman dekat. Teman yang buruk akan menggiringnya menuju sarang kemaksiatan. Sangatlah dahsyat pengaruh teman yang buruk ini, mereka akan selalu  mempengaruhi dan selalu mencari cara bagaimana mempermainkan otak, dan kemudian merusak kebaikannya atau menghalang-halanginya menuju pintu taubat hingga dia tetap terperangkap dalam candu maksiat.

Rasulullah SAW menyebutkan dalam hadist beliau tentang pertemanan ini. Beliau bersabda;

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa).

Imam Muslim rahimahullah mencantumkan hadits di atas dalam Bab: Anjuran Untuk Berteman dengan Orang Shalih dan Menjauhi Teman yang Buruk”. Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa dalam hadist ini terdapat permisalan teman yang shalih dengan seorang penjual minyak wangi dan teman yang jelek dengan seorang pandai besi. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan bergaul dengan teman shalih dan orang baik yang memiliki akhlak yang mulia, sikap wara’, imu, dan adab. Sekaligus juga terdapat larangan bergaul dengan orang yang buruk, ahli bid’ah, dan orang-orang yang mempunyai sikap tercela lainnya.” (Syarh Shahih Muslim 4/227)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Demikianlah permisalan yang diberikan Rasulullah tentang berteman. Bahkan jika kita ingin mengetahui seseorang apakah ia shalih atau tholih, maka lihatlah temannya. Jika teman-temannya adalah orang shalih, maka ia orang shalih pula. Sebaliknya, jika teman-teman disekitarnya jahat dan bejat. Dan hampir dipastikan bahwa ia tidak jauh sifat teman-temannya. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545).

Sungguh sangat indah apa yang disampaikan Imam Al Ghazali: Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42).

Dari sinilah kita harus hati-hati dalam memilih teman dekat. Karena ia akan mempengaruhi hati dan akal kita serta amalan anggota badan kita.

Macam-macam Pertemanan

Kriteria pertemanan dalam islam ada empat. Inilah yang disebutkan oleh Dr. Ahmad Farid dalam buku beliau Tazkiyatun nafs. Diantaranya adalah;

Pertama: Engkau pergauli ia seperti kebutuhanmu terhadap gizi. Karena gizi tersebut senantiasa dibutuhkan tubuh pada siang dan malam hari. Ia tidak bisa lepas dari kita, selama jasad ini masih bernafas. Mereka inilah para ulama dan para ustadz yang senantiasa mengarahkanmu dengan al quran dan sunnah nabinya sallallahu alaihi wasallam. Jadikanlah mereka teman-teman dekat kalian. Karena hanya lewat merekalah engkau akan mendapat keberuntungan di atas keberuntungan.

Kedua: Engkau pergauli ia seperti kebutuhanmu terhadap obat. Engkau butuhkan obat tersebut ketika anda sakit. Jika sudah sehat, maka obat tersebut tidak lagi anda butuhkan. Itulah pertemanan anda ketika anda membutuhkan mereka untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya. Jika kebuthan telah terpenuhi, maka cukuplah bagi anda.

Jama’ah shalat jum’at yang berbahagia

Ketiga: Yaitu engkau pergauli mereka seperti anda mensikapi sebuah penyakit. Anda akan menjauh darinya agar tidak tertular penyakit darinya. Itulah pertemanan dengan para ahli maksiat dan dosa. Jika anda dekat, maka anda akan diajak untuk melakukan perbuatan dosa tanpa anda sadari. Jauhilah mereka, karena tidak ada untungnya berteman pada mereka. Bisa jadi hati anda akan cenderung dengan mereka dan tertarik dengan perbuatan dosa yang mereka lakukan.

Ke empat: Yaitu pergaulan anda seperti racun. Tidak ada manfaatnya sama sekali. Jika anda meminumnya, maka hati anda akan kerasunan dan mati. Ini adalah pertemanan dengan ahlul bid’ah dan kesesatan. Mereka akan merubah petunjuk dengan kesesatan, dan kesesatan menjadi petunjuk. Sedikit saja anda tertarik dengan mereka, maka matilah hati anda. Jauhi mereka dan jangan duduk-duduk dengan mereka.

Sebuah penyesalan di akhirat

Memilih teman yang jelek akan menyebakan rusaknya agama seseorang. Jangan sampai kita menyesal pada hari kiamat nanti karena pengaruh teman yang jelek sehingga tergelincir dari jalan kebenaran dan terjerumus dalam kemaksiatan. Allah Ta’ala telah berfirman dalam al qur’an:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata: “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29).

Ma’asyiral muslimin sidang shalat jum’at yang berbahagia

Lihatlah bagiamana Allah menggambarkan seseorang yang teah menjadikan orang-orang yang jelek sebagai teman-temannya di dunia sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi.

Pantauan orang tua pada anak

Kewajiban bagi orang tua adalah mendidik anak-anaknya. Termasuk didalamnya memantau pergaulan anak-anaknya. Betapa banyak anak yang telah mendapat pendidikan yang bagus dari orang tua dan sekolahan mereka, namun dirusak oleh pergaulan yang buruk dari teman-teman mereka. Hendaknya orangtua memeprhatikan lingkungan dan pergaulan anak-anaknya, karena setap orang tua adalah pemimpin bagi keluarganya, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Allah Ta’ala juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُون

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan “ (At Tahrim:6).

Sidang shalat jum’at yang dimuliakan Allah Ta’ala

Demikianlah beberapa pembahasan dalam memilih teman dan permasalahan yang terkait dengan hal tersebut. Yang jelas bahwa teman dekat yang jelek hanya akan mendatangkan berbagai kejelakan pada kita. Berapa banyak orang yang telah rusak dikarenakan salah dalam memilih teman, sementara ia dalam kondisi tidak sadar. Maka bagi orang yang berakal dan menginginkan keberhasilan serta kebahagiaan dunia dan akhirat, wajib baginya untuk menjauhi teman yang jelek. Ingatlah bahwa kebahagiaan kita sangat dipengaruhi teman dekat kita. Jangan pertaruhkan diri kita dengan berteman pada orang-orang yang rusak.

Jama’ah shalat jum’at ramakumullah

Demikian khutbah yang kami sampaikan, jika ada benarnya datangnya dari Allah dan jika ada salahnya, datang dari bisikan setan. Semoga kita senantiasa diberi kekuatan oleh Allah Ta’ala untuk senantaisa berjalan di atas kebenaran hingga akhir hayat.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.

Sumber : Majalah An-najah Edisi 92 Rubrik Khotbah Jum’ah

Penulis : Amru Khalis

Editor : Anwar