Polisi Lecehkan Tempat Ibadah, DPR Panggil Kapolri 3 Hari Kedepan

Anggota komisi III DPR, Nasir Jamil
Anggota komisi III DPR, Nasir Jamil

Jakarta (An-najah.net) – Sikap brutal aparat polisi dalam membubarkan masa di Pekanbaru menui kecaman. Komisi III DPR RI mengaku kecewa dengan tindakan satuan polisi yang membubarkan demonstrasi hingga melecehkan tempat ibadah umat muslim di Pekanbaru.

Rencananya, komisi III akan segera memanggil Kepala Polri, Jenderal (Pol) Sutarman untuk dimintai keterangan.

“Dalam 3 hari kedepan kita akan mengundang Kapolri untuk dimintai keterangan,” kata anggota komisi III DPR, Nasir Jamil pada Republika.

Ini sekaligus akan menjadi momentum bagi DPR untuk mengevaluasi kinerja kepolisian. Sebab, kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, belakangan ini polisi cenderung represif dalam bertindak. Ini menunjukkan budaya dan mindset militer belum hilang dari tubuh Polri.

“Padahal Polisi diharapkan dapat menjadi civil society yang mampu menyatu di masyarakat dengan melindungi dan mengayomi,” imbuh Nasir Jamil.

Selama 12 tahun setelah keluarnya Undang-Undang tentang reformasi di tubuh Polri, justru muncul kasus-kasus besar di kepolisian seperti rekening gendut maupun tindakan represif.

Berita sebelumnya, puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa di Pekanbaru, Riau mengalami luka berat dan satu orang kritis, saat polisi membubarkan aksi demonstrasi secara brutal di depan Kantor RRI, Selasa (25/11/2014).

Salah seorang mahasiswa, Suheri mengatakan bahwa awalnya demonstrasi berjalan lancar. Namun, ia mengaku, begitu aksi selesai dan massa akan pulang ada pejabat Polri setempat di lokasi yang diduga memprovokasi mereka. Akibatnya massa pun terpancing hingga terjadilah bentrok.

Mahasiswa pun mendapat serangan dari aparat keamanan setempat. Bahkan, pengejaran dan pemukulan dilakukan meski mahasiswa sudah lari ke dalam mushola. Menurut Suheri, anggota Polri masih mengenakan sepatu juga masuk mengejar mahasiswa ke dalam mushola tersebut.

“Kami punya izin untuk demonstrasi ini. Tapi, ketika mau pulang kami diprovokasi dan kawan-kawan saya kemudian dikejar sampai masuk mushola,” kata Suheri. (Anwar/annajah)