Prof. DR. Baharun ; Lawan Gerakan Syiah Dengan Cara Yang Cerdas Dan Ilmiyah

Prof. DR. Mohammad bin Hasan Baharun, SH, MA, anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat
Prof. DR. Mohammad bin Hasan Baharun, SH, MA, anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat

Jakarta (An-najah.net) – Pengamat gerakan Syiah, Prof. DR. Mohammad bin Hasan Baharun, SH, MA menyatakan bahwa umat Islam di Indonesia harus melawan gerakan Syiah dengan cara yang cerdas dan ilmiyah.

“Tidak hanya dar-der-dor yang justru menghilangkan simpati masyarakat,” tandas anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat ini di Wisma Pertamina (Wiperti) Jl. Medan Merdeka Timur No.13, pada Sabtu, 1 November 2014.

Hal itu ditegaskan Prof. DR. Baharun dalam acara seminar dan Bedah Buku Fenomenal: “Syiah Menurut Sumber Syiah: Ancaman Nyata NKRI” buah karya, DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM.

Ia juga menghimbau agar umat Islam bisa meniru kelebihan wali songo yang bisa mengambil simpati masyarakat untuk merubah yang lebih baik.

Selain itu, guru besar sosiologi agama ini mengajak masyarakat untuk mensosialisasikan dan nama-nama sahabat Rasulullah SAW. Di antara caranya adalah dengan memberikan nama anak dengan nama para sahabat Rasulullah SAW. Sebab, menurutnya, nama-nama sahabat Rasul SAW seperti Abu Bakar, Umar, Utsman radhiyallahu anhum dan lainnya itu setiap hari dicaci-maki oleh kelompok Syiah.

Baharun juga menekankan agar umat Islam Ahlussunnah wal jamaah tetap bersatu dan tidak ribut dalam masalah furu’.

“Jangan sampai Syiah menari-nari di atas perpecahan kita, sementara kita berkelahi sendiri dalam masalah furu’,” pungkasnya.(Anwar/kiblat/annajah)