Puasa, Tindakan Preventif Dan Kuratif Dari Penyakit

Puasa, cegah penyakit dan obat dari penyakit
Puasa, cegah penyakit dan obat dari penyakit

An-najah. net – Pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. Puasa bisa digunakan sebagai pencegahan penyakit (preventif) dari beberapa penyakit dan sebagai pengobatan (kuratif) untuk beberapa penyakit. (Dr. Muhammad Al Khatib, Sains dan Islam Kemukjizatan Dunia, hal 146)

Adapun manfaat-manfaat preventif dari puasa dapat kita perhatikan sebagai berikut:

Ilmu kedokteran mutakhir menetapkan, terutama bagi mereka yang telah berusia lanjut, wajib berpuasa sehari setiap minggu atau seminggu setiap bulan, dan yang paling baik ialah sebulan setiap tahun. Dengan puasa adalah cara yang terbaik untuk menghindari dari penumpukan lemak dalam tubuh manusia.

Puasa juga memberi kesempatan beristirahat kepada semua peralatan, jaringan-jaringan, sel-sel dan kelenjar-kelenjar sehabis tenggelam dalam pekerjaan yang silih berganti. Hinggi demikian mereka akan tetap awet, tidak macet, tidak cepat mati atau kena penyakit yang menahun. Disamping puasa itu sendiri termasuk faktor-faktor pemanjang umur dan pemberi semangat secara konstan, dan penyelamat orang dari kelesuan yang biasanya timbul karena kebanyakan makan. Hal itu karena puasa memang menambah kekuatan berfikir, mempertajam kecerdasan, memberi semangat kepada otak dan memeliharanya dari rasa malas.

Puasa digunakan juga sebagai pengobatan (kuratif) bagi pencernaan dan kegemukan yang tidak normal, penyakit-penyakit jantung, hati, ginjal, kencing manis, dan tekanan darah tinggi. Begitu pula puasa mengurangi kadar air dalam darah dan mengatur keluarnya hormone dari kelenjar-kelenjar. Hingga dengan demikian bisa menyemburkan penyakit-penyakit kulit, melarutkan lemak yang berlebihan dan menetralisir racun-racun yang ditumbulkan oleh kekenyangan.

Usus adalah satu pusat yang sangat berbahaya di antara pusat-pusat pembusukan yang mensupley sendiri racun-racun untuk kebanyakan orang buat menyiksa tubuh dan kulit mereka dan kadang-kadang menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit lain yang tidak kepalang banyaknya. Pada bulan Ramadhan itulah bulan “Genjatan senjata” di mana kita bisa beristirahat dari serangan racun-racun tersebut dengan segala bahayanya. (Abu Khalid/annajah)