Putra Sulung Presiden Terpilih Iran Mati Bunuh Diri?

Foto : Presiden Terpilih Iran Hassan Rowhani (Reuters)
Foto : Presiden Terpilih Iran Hassan Rowhani (Reuters)

LONDON (an-najah) – Salah satu media di Inggris memuat artikel bertema sisi gelap Presiden Terpilih Iran Hassan Rowhani. Dalam suratkabar itu, putra sulung Rowhani dikabarkan bunuh diri pada 1992 karena tidak suka melihat hubungan baik antara ayahnya dan Ayatullah Ali Khamenei.

Hussein Rowhani menuliskan pesan terakhirnya sebelum mengakhiri hidupnya. Laporan mengenai aksi bunuh diri Hussein Rowhani disampaikan oleh pengamat politik di London yang merupakan pembelot Iran, Ali Reza Nouri.

“Saya benci pemerintahanmu, kebohonganmu, korupsimu, agamamu, standar gandamu, dan kemunafikanmu,” demikian surat yang diduga ditulis oleh Hussein sebelum bunuh diri, seperti dikutip Suratkabar Al Sharq Al Awsat, Kamis (20/6/2013).

Saat itu Hussein masih berusia 23 tahun dan kecewa dengan ayahnya yang menjadi pejabat di pemerintahan Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani. Seperti diketahui, Rafsanjani sempat dituduh melakukan pembantaian terhadap oposisi Iran tepat setelah Perang Irak dan Iran. Banyak kolega Hussein yang dinyatakan tewas dalam peristiwa itu.

“Saya malu dengan lingkungan di sini. Saya harus berbohong dengan teman saya setiap hari, dan mengatakan pada mereka bahwa ayah saya tidak terlibat dalam peristiwa ini,” demikian lanjutan dari pesan terakhir Hussein.

Hussein pun langsung menembak dirinya sendiri dengan menggunakan pistol revolver milik ayahnya. Peristiwa itu terjadi di saat Rowhani sedang berkunjung ke Somalia.

Laporan mengenai Hussein Rowhani memang tidak pernah diumumkan oleh media-media. Laporan dari Nouri pun sama sekali tidak mendapat konfirmasi dari pihak mana pun, termasuk Iran. [benji/okz/annajah]