Generasi Rabbani, Generasi Reformis

Rabbani, Generasi Reformis
Rabbani, Generasi Reformis

An-Najah.net – Rabbani adalah generasi unggul, yang tidak sekedar menghafal matan-matan ilmiyah, tidak sekedar mencukupkan diri menyampaikan materi kajian di mimbar, di masjid, atau sekedar menulis di berbagai media dan buku.

Tetapi mereka adalah generasi totalitas memperbaiki masyarakat, dengan ilmu dan amalnya.

 

Karakter Generasi Rabbani

Sikap bijaksana, tidak tergesa-gesa, sopan-santun, lembut, berani, dermawan, organisatoris yang dibutuhkan oleh seorang rabbani dalam memperbaiki dan mengurus permasalahan umat, tidak bisa didapatkan dengan tiba-tiba, tanpa proses pembelajaran maupun tarbiyah. Tidak juga didapatkan dari bangku kuliah. Berbeda dengan ilmu yang bisa didapatkan dimana saja, dan kapan saja. Seperti di majlis ta’lim atau dunia kampus.

Sifat-sifat ini muncul dari proses tarbiyah yang sangat panjang, dengan tauladan yang baik dari para murobbi serta perencanaan yang sistematis dari sebuah organisasi dakwah.

Seperti generasi rabbaniy sahabat-sahabat Rasulullah SAW. Mereka adalah alumni dari tarbiyah dan ‘halaqoh’ yang dibina oleh Rasulullah SAW selama kurang lebih 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Mereka dewasa dengan pahit-getirnya ta’lim, dakwah, hijrah dan jihad, serta kerasnya permusuhan orang-orang kafir.

Walhasil, memang, tidak ada syarat muthlak bahwa rabbani harus para ulama, tetapi ilmu dan kebersamaan dengan ulama adalah syarat wajib bagi generasi rabbani untuk melakukan ishlah.

Perbaikan di masyarakat; baik dakwah, tarbiyah, amar makruf dan nahi mungkar serta jihad, harus dimulai dengan ilmu. Jika aktifis ishlah (perbaikan) dilakukan oleh orang yang tidak memiliki ilmu, maka kerusakannya ditimbulkan lebih besar daripada manfaat yang didapatkan.

Penulis : Akram Syahid

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 108 Rubrik Tema Utama

Editor : Anwar