Ribuan Umat Islam Surakarta Padati, Bedah An-Najah “Indonesia di Ambang Revolisi Syiah”

Ribuan Umat Islam Surakarta, padati bedah An-najah
Ribuan Umat Islam Surakarta, padati bedah An-najah

An-najah.net, Surakarta – Animo umat Islam Surakarta untuk mengetahui bahaya Syiah sangat besar. Terbukti ribuan umat Islam memadati masjid MUI Surakarta. Dalam sebuah acara bedah Majalah An-najah dengan tema “Indonesia di Ambang Revolusi Syiah” di Masjid Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pasar Klitikan, Semanggi, Surakarta, Ahad (5/4). Acara ini disampaikan oleh dua pemateri; ust Mas’ud Izzul Mujahid dari Majalah An-najah dan Ust. Abu Rusydan dari Kudus.

Dari pantuan reporter An-najah jama’ah peserta terus berdatangan sampai memadati ruangan dalam masjid. Bahkan, dari mereka yang tidak mendapatkan tempat duduk, mereka rela berdiri untuk mendapatkan informasi tentang pergerakan syiah.

Diawal acara Mas’ud menyampaikan akan bahaya syiah yang akan mengadakan ekspansi revolusi Syiah keseluruh dunia. Bahkan, sumber yang didapatkan an-najah dari Ust. Farid tahun 2020 syiah akan mengadakan revolusi di Indonesia.

“Jika Umat islam tidak menghadangnya, bisa jadi angka 2020 revolusi terjadi di Indonesia” ungkap da’I kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

Ia menambahkan Syiah itu ingin mengembalikan imperium Persia raya. “Syiah itu punya dendam politik, karena Persia ditumbangkan Islam” tegasnya.

Syiah itu sangat memuju Abu Lu’luah padahal Abu Lu’luah itu adalah pembunuh Umar bin Khattab. Bahkan syiah memujinya dengan memberikan gelar sebagai “Abu Syuja’uddin”.

Da’I dari Surakarta ini menjelaskan bagaimana syiah menghancurkan Islam. Pertama, Menciptakan konsep washi dan Imamah.

“Mereka mengklaim bahwa setiap nabi ada orang yang diwasiatkan sebagai penggantinya. Ajaran warisan Abdullah bin Saba’ meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib-lah yang menjadi washi, sekaligus imam pengganti Rasulullah Saw yang sah. Selain Ali, tidah sah” ungkapnya.

Kedua, Mengamputasi Sanad pertama dalam islam.

“Mereka mengkafirkan para sahabat, dan menganggap mereka sebagai orang-orang munafik dan murtad. Konsekuensinya seluruh ilmu yang diriwayatkan dari sahabat-sahabat rasulullah dengan sendirinya tertolak” jelasnya.

Sementara ust Abu Rusydan menjelaskan bagaimana langkah kita menghadang pergerakan global syiah.Beliau mengatakan untuk menghadang laju pergerakan syiah. Diperlukan berpikir global dan aksi juga global. “Think global and action global” ungkapnya.

Beliau menegaskan bahwa serangan syiah yang menyerang jantung di Surakarta sudah sejak lama. Dengan mengutip ceramah ust Abddullah Sungkar di Era tahun 80-an. Ust Abdullah sungkar sebenarnya sudah mengigatkan akan bahaya syiah. “Syiah telah menyerang jantung pergerakan di Surakarta yaitu pondok Ngruki” jelasnya.

Sebelum mengakhiri ceramahnya da’I dari kudus ini mengingatkan bahwa Islam itu milik Allah Swt, maka Allah Swt akan membelanya. Tugas umat Islam adalah berusaha untuk memperjuangkan islam. Perlu juga diingat bahwa orang-orang kafir itu kelihatannya bersatu, tetapi pada hakekatnya hati-hati mereka juga berseteru. Maka tugas umat Islam adalah menjelaskan yang haq itu memang haq, dan yang batil memang batil. Karena itu merupakan misi tugas para rasul.

“Umat Islam ini sebagai pewaris risallah para rasul, Maka mereka juga punya kewajiban yang sama” pungkasnya. (Anwar/annajah)