Editorial : Rusia dan Iran Bantu Bashar Ashad, Ummat Islam Bangkit Bersatu.

LOGO PENA
     EDITORIAL

An-Najah.Net- Tidak bisa kita pungkiri lagi, bahwa Syi’ah Iran dan Komunis Rusia kini bersatu bersama Bashar Asad untuk menyerang bertempur melawan Mujahidin. Sebelumnya, aliran Syi’ah Iran sangat getol menebar syubhat. Dikataka bahwa konflik Suriah adalah konflik politik semata, tak ada kepentingan ideology, karena Syi’ah menurut mereka adalah bagian dari Islam.

Serangan demi serangan di tanah Syam Mujahidin terus dilakukan pasukan Rusia, pesawat Mig dan Sukhoi Rusia berputar-putar diudara sembari menjatuhkan Bom ke arah Mujahidin.

Rusia benar-benar turun berlaga, ratusan alat perang Rusia turut menghiasi situasi dan kondisi darat dan udara mencekam menebar aroma kematian. Korban sipil berjatuhan, meski berdalih mereka adalah kelompok militansi, Rumah sakit, instalasi yang harusnya dijaga dalam etika peperangan itu tak luput dari pelanggaran perang oleh rudal-rudal Rusia dan Iran.

Umat Islam sedunia pun kembali menggelegak Marah, melihat tingkah Rusia dan Iran yang secara membabi buta menyerang tanah Syam Mujahidin. Rusia dengan congkaknya tak sadar saat di Afghanistan dan Chechnya dihinakan pasukan Mujahidin, berkat ikut serta ummat Islam se dunia dengan memohon doa kemenangan dan menghimpun bantuan dana seadanya dan semampunya untuk para mujahidin yang lagi berlaga membela kepentingan ummat.

Tindakan brutal Rusia di bumi Syam Mujahidin ini membangkitkan kembali nasib saudara mereka di Suriah yang dibantai oleh pasukan sekutu bashar ashad. Penderitaan ummat Islam di Suriah sempat menjadi perhatian publik Indonesia. Hal ini, menjadi salah satu motivasi tersendiri dalam membangun jiwa Mujahidin dikalangan ummat dan ikut peran sertanya untuk membantu kaum muslimiin di Bumi Syam Suriah.

Selain itu, Kehadiran Pasukan Iran dan Rusia di bumi Syam Suriah untuk memerang Mujahidin adalah sebagai bukti  perang ideologi (kebenaran dan kebathilan). Maka dengan demikian seluruh taburan fitnah keji tentang pasukan Mujahidin yang melawan Bashar Ashad adalah perang suci agama.
Ikut sertanya Rusia dan Iran membantu menyerang mujahidin ini justru membuat hati sadar dan lebih fokus menyerangan terhadap musuh kafir Bashar Ashad dan antek-anteknya. Memang sebelum ikut sertanya Rusia membantu Bashar Ashad tebaran fitnah, saling caci dan saling bunuh sering terjadi dan menjadi hiasan disetiap amal.

Justru dengan adanya pasukan beruang mera Rusia, pasukan Mujahidin dan ummat Islam dunia makin terbuka keyakinan dan kesadaran dalam memenuhi panggilan jihad di bumi Syam, bahkan makin yakin dan mantap akan pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala makin dekat dilimpahkan para mujahidin.
Kader-kader Mujahidin pilihan Allah akan tumbuh subur sebagai pilihan kelompok terbaik dalam memperjuangkan ummat dalam meneggakkan syariat islam dengan jihad fie sabilillah sepanjang masa.

Tidak rela bila ada ummat muslim mujahidin di ganggu hartanya dan nyawanya. Jihad dan Qishos tidak lain jalan yang mesti ditegakkan untuk menjaga kehormatan harta dan jiwanya. Allahu Akbar.