Salaf dan Salafi

Ilustrasi Debat
Ilustrasi Debat
Ilustrasi Debat

An-Najah.net – Herman dan Parmin bersahabat. Mereka berdua sedang giat-giatnya mengikuti kajian keislaman.

Berikut dialog antara Herman dan Parmin tentang salafush sholeh dan salafi.

Herman : Min, kamu tahu nggak sih, apa yang dimaksud salafush sholeh?

Parmin : Jelas tahu dong. Salaf secara bahasa artinya terdahulu. Jadi salafush sholeh itu adalah generasi terdahulu. Mereka adalah generasi Rasulullah dan para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in.

Herman : Terus, apa keistimewaan mereka?

Parmin : Banyak, mereka adalah tiga generasi terbaik. Allah banyak memuji mereka. Mereka adalah orang-orang yang berkorban dan berjuang untuk islam. Mereka mempelajari Al-Qur’an untuk diamalkan. Pokoknya, banyak keistimewaan mereka. Sehingga, di tangan mereka islam berjaya dan menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Herman : Kalau salafi itu apa min?

Parmin : Salafi itu adalah orang-orang yang mengikut salafus sholeh

Herman : Berarti kita salafi dong?

Parmin : Jelas dong. Wong kita juga ingin mengikuti salafuh sholeh. Siapapun yang mengikuti salafush sholeh, mereka adalah salafi. Dimanapun mereka berada dan apapun organisasi dan kelompoknya.

Herman : Jadi salafi bukan klaim kelompok min?

Parmin : Bukan, salafi itu bukan kelompok, bukan klaim. Kalau orang itu mengaku salafi tetapi tidak bermanhaj salafush sholeh, mereka bukan salafi. Tapi sebaliknya, siapapun yang mengikuti salafush sholeh, antah disebut salafi atau bukan, mereka adalah salafi.

Herman : Kok bingung aku min?

Parmin : Nggak usah bingung. Salafi itu manhaj, bukan madzhab. Artinya orang yang mengikuti manhaj salafush sholeh. Bukan madzab, kelompok atau golongan.

Bukan klaim dan pengakuan. Makanya, siapapun yang mau mengikuti manhaj Rasulullah SAW, para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in mereka adalah salafi. Salafi sejati!

Herman : Oh…. gitu toh.

Parmin : Makanya man, ngaji dan terus ngaji. itu salah satu kebiasaan salafus sholeh, menuntut ilmu.

Herman : iya…ya

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 91 Rubrik Hikmah

Editor : Helmi Alfian