Sang Raja Pembela Kehormatan Muslimah

Ilustrasi, Kafilah Pasukan Islam
Ilustrasi, Kafilah Pasukan Islam
Ilustrasi, Kafilah Pasukan Islam
Ilustrasi, Kafilah Pasukan Islam

An-Najah.net – Pembelaan kepada urusan kaum muslimin adalah bukti keimanan seseorang. Orang Islam bukanlah muslim individualis. Akan tetapi, seorang muslim itu punya kepedulian terhadap problematika umat ini.

Dalam buku sejarah yang terkenal, Ibnu Atsir Al kamil menyebutkan kisah seorang raja yang dikenal sebagai Mu’tasim. Ia berasal dari bani Abbas. Dahulu ada seorang wanita muslimah ditangkap oleh orang Romawi. Lalu ia, kemudian dipenjara.

Orang-orang Romawi pun menertawainya. Pemimpin raja Romawi dengan sinis mengatakan,

“Kau tidak akan pernah meninggalkan tempat ini sampai ada raja muslim yang membebaskanmu dari belenggu ini. Wanita itu berteriak “Yaaa Mu’tasima ……..!

Raja Romawi tertawa dan berkata, “Dia tidak akan pernah datang untuk menyelamatkanmu, kecuali dia menunggang “Ablaq” (semacam kuda yang diwarnai dengan hitam dan putih). Rama Romawi mengatakan hal ini untuk mengejeknya dan menunjukkan hal yang mustahil.

Kemudian, ada seorang pria muslim yang berada di tanah Romawi mendengar wanita itu memanggil nama sang raja Muslim, Mu’tasim. Lalu, dia berlari ke raja muslim dan mengatakan kepada mereka tentang apa yang telah didengarnya.

Ketika Mu’tasim mendengar berita itu, dia mengumpulkan seluruh tentara, dan mengatakan kata-katanya yang terkenal,

“Ketika pasukanku yang pertama berangkat, telah mencapai Romawi, maka yang terakhir darinya baru akan keluar dari barak”.

Dia pun membuat seluruh pasukan menunggang kuda “Ablaq”. Kemudian, mereka pun berangkat. Sang raja juga pergi bersama mereka dengan menunggang kuda hitam putih.

Ketika mereka (pasukan Muslim) sampai di sana, mereka mengambil kendali atas wilayah itu. Raja Romawi ditangkap dan memasukkan ke penjara di mana wanita muslimah tersebut dipenjara.

“Siapa engkau ?” kata wanita muslimah itu. “saya, Mu’tasim” Ia membebaskannya dari belenggu, sebagai tanda penghinaan untuk Roma.

Mu’tasim mengambil alih daerah Romawi tersebut. Sebab, mereka telah mengobarkan perang terhadap orang beriman dengan mempermalukan seorang muslimah.

Hal ini duhulu kala, juga pernah terjadi pada zaman Rasulullah Saw mengusir bani Qainuqa’ karena mempermalukan seorang wanita Muslimah.

Sejarah akan berulang, hakekatnya sama tetapi pelakunya berbeda. Kalau zaman dahulu ada Rasulullah yang menyelamatkan wanita muslimah dari gangguan Bani Qainuqa’. Zamannya mu’tasim ia membebaskan wanita dari penjara raja Romawi. Saat ini diharapkan lahirkan mujahid-mujahid yang membebaskan para laki-laki, wanita dan anak-anak yang terdzalimi di Suriah, Palestina, Rohingnya, yaman dan negeri-negeri yang lainnya.

Penulis : Anwar Ihsanuddin S.Pd

Editor : Miqdad