Santoso Terbunuh? Kapolres Poso Minta Media Tidak Berspekulasi

AKBP Susnadi, Kapolres Poso. AKBP Susnadi, Kapolres Poso.
AKBP Susnadi, Kapolres Poso

Poso (An-najah.net) – Keberadaan dua jenazah di gunung Impo Desa Padalembara Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi belum dapat dipastikan sepenuhnya keberadaannya. Target untuk bisa membawa turun ke dua jenazah pada Rabu pagi, 5 November 2014 ternyata tidak terjadi, justru hingga Rabu sore keberadaan kedua jenasah itu belum ditemukan.

Sebelumnya, pada 4 November 2014, sekitar seratus personel dari unsur Brimob dan Polres Poso dikerahkan ke wilayah desa Padalembara menindaklanjuti laporan warga masyarakat yang mengaku melihat dua jenasah di gunung Impo, sekitar 5 jam perjalanan kaki dari desa Padalembara. Belakangan, salah satu dari kedua jenazah itu disebut-sebut sebagai jenazah Santoso alias Abu Wardah.

Anto, salah seorang pembeli cokelat yang setiap hari ke Desa Taunca dan Desa Padalembara kepada Kiblat.net mengatakan bahwa banyak aparat di Desa Padalembara dan namun ia belum melihat penemuan mayat. “Banyak aparat pak, di desa taunca, kami diperiksa namun saya belum melihat ada mayat yang ditemukan,” ungkapnya kepada reporter Kiblat.net, Kamis, (06/11).

Informasi ini serupa dengan pernyataan Kapolres Poso AKBP Susnadi saat ditemui di Mapolres Poso. AKBP Susnadi mengatakan informasi tersebut belum terbukti karena masih bersifat laporan dari warga, dan sampai saat ini polisi masih dalam proses pencarian mayat tersebut. Kapolres berharap media tidak cepat berspekulasi sebelum ada informasi yang benar.

Kapolres Poso AKBP Susnadi menyikapi apa yang disebutkannya sebagai kesimpang siuran informasi yang telah dirilis oleh sejumlah media tertentu yang mengaitkan kabar temuan jenazah itu adalah Santoso alias Abu Wardah, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Menurut AKBP Susnadi apapun hasil dari upaya pencarian di gunung Impo, setidaknya merupakan sebuah bentuk pelayanan Polri yang berupaya merespon laporan masyarakat, sekaligus akan memberikan kepastian benar tidaknya laporan tersebut.

Berikut adalah hasil wawancara Kapolres Poso AKBP Susnadi di Mapolres Poso pada Rabu sore (5/11).

“Biar tidak simpang siur berita berita yang berkembang, jadi kami menerima laporan dari masyarakat, masyarakat itu menjelaskan bahwa di atas dia ada melihat dua mayat di dekat lokasi kontak tembak kemarin, pada tanggal 30 Oktober dan kita dari aparat kepolisian merespon laporan dari masyarakat itu dengan mengirim tim ke atas dan melakukan pencarian. Dan saat ini kita tengah melakukan pencarian. Jadi belum ada perkembangan lebih lanjut dari hasil pencarian ini.”

Apakah ada sanksi kepada masyarakat yang melapor?

Namanya masyarakat melapor harus kita tindak lanjuti sebagai aparat Kepolisian kita memberikan pelayanan dan juga kita pastikan bahwa laporan masyarakat itu benar atau tidak, supaya tidak membuat keresahan masyarakat yang ada di bawah pegunungan Impo tersebut.

Ada deadline waktu, sampai kapan pencarian terhadap kedua jenazah?

Nanti kita menunggu informasi tim dari atas karena menyangkut kondisi medan yang sulit, yang kedua menyangkut masalah logistik kemudian menyangkut daya tahan pasukan yang bergerak diatas.

Jadi pak, apakah bisa ditegaskan ini masih antara ada dan tidak ada terhadap keberadaan dua mayat ini?

Jadi masih pencarian. Masih pencarian. Namanya mencari ya bisa ketemu dan bisa tidak.

Berapa banyak pasukan yang dilibatkan dalam pencarian?

Kita libatkan yang cukuplah, kita libatkan pasukan yang cukup, kira kira pasukan yang mampu menangani medan sulit di atas.

Kemarin ada pelibatan dua ekor anjing pelacak. Apakah ada tanda tanda perkembangan baru?

Selama ini kegiatan mereka, terus terang saja kita putus komunikasi karena memang medan ditas tidak ada sinyal Handphone kemudian juga untuk Handy Talkie (HT) yang kita gunakan juga putus tidak ada informasi atau kontak ke atas.

Jadi Pak kalau seandainya pencarian ini tidak berhasil?

Yah namanya mencari. Karena melihat medannya, kemudian kemampuan personel dan perbekalan kemudian daya tahan fisik, itulah bagaimana hasilnya nanti kita akan lihat. Namanya mencari kita berupaya, yang penting sudah ada laporan dari masyarakat, sudah kita respon dan kita sudah berupaya.

Dengan adanya sejumlah media yang telah menyebut nama dari terduga terduga ini bagaimana Pak?

Oleh karena itu kami meluruskan, jangan terlalu berspekulasi dulu siapa yang kena siapa yang dapat karena kita memang masih melakukan pencarian. (Anwar/kiblat/annajah)