Saudaraku, Apa Yang Kau Risaukan

Tawakal kepada Allah
Tawakal kepada Allah
Tawakal kepada Allah
Tawakal kepada Allah

An-Najah.net – Seorang ulama pernah berpesan, ”

لاَ تَحْزَنْ وَلَوْ رَحَلَتِ الدُّنْيَا كُلَّهَا عَنْكَ ،
قُلْ لِكُلِّ مَا وَمَنْ تَفْقَدُهُ : يَكْفِيْنِي الله.

“Jangan sedih, walau seluruh dunia hilang dari genggamanmu. Katakan kepada apa dan siapa yang menghilang darimu, cukuplah Allah SWT sebagai pelindungku.

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

“Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.” -Surat At-Taubah, Ayat 129

Pesan Yang Indah

Saudaraku, apa yang kau risaukan. Bukankah dirimu seorang muslim / muslimah yang memiliki agama dan syariat yang solutif?.

Apapun yang kau hadapi, sungguh dalam alQur’an dan sunnah nabi-mu, ada solusinya.

ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

“Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (Muslim).” -Surat An-Nahl, Ayat 89 –

Kawan, apa yang kau khawatirkan?. Bukankah dirimu hamba Allah Yang Maha segala-galanya. Jika harta yang kau risaukan, Dia Maha Kaya dan Maha Pemurah. Mintalah kepada Nya dengan bersimpuh, menundukkan hati kepada Nya.

Dia SWT, menjanjikan dalam kitab sucimu:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيد

“Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji.” -Surat Fathir, Ayat 15-

Jika musuh-musuh yang tidak senang terhadap aktifitas dakwah dan jihadmu, segeralah melapor kepada Rabb – mu. Cukuplah Ia sebagai pelindungmu, dan Ia SWT sebaik-baik pelindung.

وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ ۚ نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

“Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.” [ -Surat Al-Anfal, Ayat 40]

 Teladan Yang Sempurna

Apa yang membuatmu ragu untuk berbuat, dan menjalankan kehidupan dunia – akheratmu? Bukankah kamu, seorang muslim, memiliki tauladan sempurna: baik dalam berkeluarga, manajemen, bernegara, berinteraksi dengan siapapun dan apapun. Ia tauladan dalam semua itu. Ialah nabi kesayanganmu Muhammad SAW.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. [-Surat Al-Ahzab, Ayat 21]

Sungguh diutusnya Muhammad SAW, sebagai Nabi dan Rasul, adalah kenikmatan yang tiada bertepi. Ia ibarat tutorial dalam segala kebaikan.

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” [-Surat Ali ‘Imran, Ayat 164_]

Tersenyumlah, rasakan bahagianya iman dalam relung jiwamu. Sebab engkau manusia yang dipilih oleh pemilik alam semesta ini, Allah SWT, sebagai orang yang bahagia dunia-akhirat.

Mendekatlah kepada Rabb-mu, Ia SWT akan lebih mendekat kepadamu. Jika, Ia SWT, dekat denganmu, maka segala keluhan, resah, gelisah dan galaumu akan Dia SWT dengarkan. Sebab kamu telah menjadi wali – Nya. Ia SWT, pun memberi solusi terbaik untukmu.

Dalam hadits qudsi, Rabb – mu berfirman:

مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِن اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيْذَنَُّّه

“Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka sungguh! Aku telah mengumumkan perang terhadapnya. Dan tidaklah seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri dengan beribadah) kepada-Ku dengan sesuatu, yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Ku-wajibkan kepadanya, dan senantiasalah hamba-Ku (konsisten) bertaqarrub kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.

Bila Aku telah mencintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang digunakannya untuk mendengar, dan penglihatannya yang digunakannya untuk melihat dan tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakannya untuk berjalan; jika dia meminta kepada-Ku niscaya Aku akan memberikannya, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku akan melindunginya”. (H.R.al-Bukhâriy)

Untuk kau yang belum kunjung ketemu jodoh, janganlah cemas. Selama engkau mendekat terus kepada – Nya. Percayalah, Dia menyimpan takdir terbaik untuk dirimu.

Semoga saya, Anda dan keluarga kita tercatat sebagai wali Allah SWT: mukmin yang yakin terhadap janji-janji-Nya. Aamiin ya Robbal Alamin.

Penulis : Mas’ud Izzul Mujahid

Editor : Anwar