Saudariku Kau Pasti Bisa

menangis
menangis

An-Najah.net – Cemooh dan cacian yang menghantuimu akan menjadi saksi di hadapan Rabbmu. Di era moderen ini, pembicaraan tentang wanita adalah termasuk pembicaraan yang ‎telah ‎menyita banyak waktu semua orang, Dari kalangan intelektual maupun dari kalangan ‎‎awam. ‎

Jangan Takut Saudariku

Memang benar, Islam datang dalam keadaan asing. Dan dia akan kembali asing sebagaimana kedatangannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing tersebut.

Saudariku, muslimah bercadar di Perancis yang minoritas Islamnya tetap teguh dan tegar menghadapi cemooh dan cacian di negaranya. Baca juga Gadis Bercadar Di Perancis)

Bahkan dengan cacian dan cemooh yang menghujaninya menjadikan dia lebih yakin dan mantap dengan syariat Islam.

Untuk itu, saudariku di Indonesia -yang mayoritas Islam- janganlah berkecil hati dengan cemooh dan cacian serta cobaan yang kalian rasakan. Apalagi sekarang beredar isu, “Cadar adalah lambang atau identitas teroris, maka berhati-hatilah dengan orang yang bercadar”.

Cadar Bukan Lambang Teroris

Saudariku, jilbab bukanlah lambang radikal apalagi lambang teroris. Namun, jilbab merupakan lambang kehormatan, kesucian, rasa malu, dan kecemburuan. Dan semua itu Allah jadikan baik untukmu. Tidakkah hatimu terketuk dengan kasih sayang Rabb kita yang tiada duanya ini?

Bila ada perkataan, “Kalian jangan mau dibodohi oleh bangsa Arab, karena cadar itu budaya arab”, maka menandakan dia tidak tahu sejarah dan imannya perlu dipertanyaakan. Karena wanita Arab di masa jahiliyah mereka tidak menutup aurat mereka. Sehingga Islam datang menjelaskan hukum berhijab.

Namun, begitu sedihnya ketika melihat di era “kebobrokan” ini. Kebanyakan wanita yang membuka auratnya malah dari kaum Muslimah itu sendiri. Mereka tidak sadar dengan apa yang mereka perbuat, bisa menimbulkan banyak madhorot dan mafsadat.

Betapa tidak, kaum wanita dengan kelemahlembutannya dapat ‎melakukan hal-hal spektakuler yang dapat mengguncangkan dunia. ‎Dengan kelemahlembutannya itu ia dapat melahirkan tokoh-tokoh ‎besar yang dapat membangun dunia. Namun dengan kelemah-‎lembutannya pulalah ia dapat menjadi penghancur dunia yang paling ‎potensial.‎

Tetap Istiqomah Saudariku

Saudariku, engkau yang sudah berjilbab, jagalah hijabmu. Berjilbab bukan hanya sebuah identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang muslimah. Tetapi jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu kepada Allah Ta’ala, selain shalat, puasa, dan ibadah lain yang telah engkau kerjakan.

Saudariku, masih banyak alasan yang kami dengar yang menginap di rongga-rongga pikiran dan hati kalian setiap kali kami tanya, “Kenapa jilbab kalian masih belum kalian pakai?” Padahal sudah banyak waktu kalian luangkan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Saw tentang perintah jilbab. Sudah sekian judul buku kalian baca untuk memantapkan hati kalian agar segera berjilbab. Juga ribuan surat cinta dari saudarimu yang menginginkan agar jilbabmu itu segera kau kenakan.

Lantas berapa ayat dan hadits yang perlu mengingatkan kalian? Berapa judul buku lagi yang harus kalian baca? Berapa puluhan ribu surat nasehat lagi yang kalian tunggu? Sementara, jilbab kalian masih terlipat rapi di dalam lemari dan bukan terjulur untuk menutupi diri kalian.

Saudariku, sudah cukuplah wanita terdahulu di zaman jahiliyah menjadi pelajaran bagi kaum Muslimin secara umum. Jangan sampai kalian saudariku, menjadi pelajaran kedua kalinya bagi kaum Muslimin.

Semoga Allah Ta’ala memberi pertolongan kepada kita dalam menjalani kehidupan yang fana ini. Sehingga tumbuh di diri kita sifat sabar dan istiqomah di atas din Islam yang diridhoi ini. wallahu ‘alam

Penulis: Ibnu Jihad

Editor: Abu Mazaya