Sebab-Sebab Pertolongan Allah


Umat kita hari ini diserbu oleh musuh-musuh islam dari berbagai penjuru. Amerika serta para pengikutnya dari Israel dan negara-negara barat bersatu untuk menyerang Islam. Dengan isu Demokrasi dan perang terhadap terorisme mereka jajakan program mereka ini ke berbagai negara. Sehingga terpecahlah menjadi dua kubu, yaitu kubu yang pro dengan program Amerika dan pengikutnya serta kubu yang menolaknya. Kubu yang menolak akan mereka jadikan sebagai musuh dan pro dengan teroris, sedangkan yang menerima akan mereka jadikan sebagai rekanan dan sekutu mereka.

Maka wajib bagi kaum muslimin melawan dan menolak mereka dengan berbagai kemampuan yang dimiliki. Karena jelas mereka memusuhi Islam serta menghalang-halangi manusia dari jalan kebenaran. Pun, memaksa manusia untuk diatur dengan undang-undang kekafiran yaitu demokrasi. Tak hanya itu, mereka membunuh anak-anak, orang tua serta para wanita.

Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا لَكُمْ لاَ تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيّاً وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيراً

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan k ami, keluarkanlah k ami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah k ami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah k ami penolong dari sisi Engkau!”. (An-Nisa:75)

I khwati fillah yang rahmati Allah Ta’ala

Maka menolong mereka yang terdhalimi adalah wajib. Dan Allah Ta’ala telah menjamin kemenangan, jika kita bersungguh-sungguh dalam berjuang dan berjihad. Diantara sebab kemenangan tersebut adalah :

Pertama: Mengikhlaskan niat dalam berjihad. Jihad adalah puncak islam. Ia adalah ibadah yang paling agung, maka tidak boleh memalingkannya kepada selain Allah Ta’ala. Dan Islam mengharamkan berperang karena kebangsaan, kesukuan atau karena seseorang.

عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ الرَّجُلِ يُقَاتِلُ شَجَاعَةً وَيُقَاتِلُ حَمِيَّةً وَيُقَاتِلُ رِيَاءً أَىُّ ذَلِكَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ” مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِىَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ “

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seseorang yang berperang karena keberanian, yang berperang karena kesombongan dan yang berperang karena riya’. Manakah di antara ketiganya yang termasuk di jalan Allah? Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Barang siapa yang berperang dengan tujuan agar kalimat Allah menjadi yang paling tinggi, maka dialah yang berperang di jalan Allah.’” (Riwayat Bukhari I/222 -Fath, dan Muslim no. 1904)

Maka wajib bagi setiap muslim untuk berjihad dengan tujuan hanya untuk meninggikan kalimat Allah dan supaya syari’at ini tegak di bumi.

I k hwa ti fillah yang rahmati Allah Ta’ala

Yang kedua: Ta’at pada Allah dan rasul-Nya Shallallahu ‘alaihiwasallam serta meninggalkan maksiat.

Ketahuilah bahwa maksiat adalah sebab kekalahan kita serta kemenangan musuh. Dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum telah Allah berikan kemenangan yang sempurna sebagaimana mereka telah beramal shalih dengan sempurna dan memberikan pada mereka kekuasaan di bumi. Ketika, berkurangnya keimanan orang-orang setelah mereka, maka berkuranglah kemenangan pada mereka. Kemenangan sangat bergantung pada iman dan amal shalih kita.

Allah Ta’ala berfirman tentang perkara yang menimpa kaum muslimin pada Perang Uhud,

أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُم مُّصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُم مِّثْلَيْهَا قُلتُمْ أَنَّى هَـذَا قُل هُوَ مِنْ عِندِ أَنْفُسِكُمْ إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud, yaitu terbunuhnya 70 orang kaum muslimin) padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuh kalian (kemenangan pada Perang Badar, yaitu terbunuhnya 70 orang musyrikin dan tertawannya 70 orang musyrikin) kalian mengatakan, ‘Dari mana datangnya kekalahan ini ?’ Katakanlah, ‘Itu dari diri kalian sendiri (kesalahan menyelisihi perintah Rasulullah )’. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Ali ‘Imron: 165)

Rasulullah Sh allallahu alaihiwasallam bersabda :

المُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ

“Mujahid adalah orang yang berjihad terhadap hawa nafsunya.” (HR. At Tirmidzi No. 1621, katanya: hasan shahih. Abu Daud No. 1258)

Ketiga: Sabar. Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 200).

Allah Ta’ala juga berfirman :

“ Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan ta’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ” (Al-Anfaal : 45-46)

Imam Ibnul Qoyyim berkata dalam penutup buku beliau “Al – furusiyatu” : Allah Ta’ala telah perintahkan kepada para mujahidin terhadap lima hal. Tidaklah lima hal ini berkumpul pada suatu kelompok maka Allah akan memenangkan, entah musuh mereka sedikit ataupun banyak.

Pertama adalah tsabat (tidak lari dari peperangan). Kedua, memperbanyak dzikir pada Allah Ta’ala. Ketiga, mentaati Allah dan rasul-Nya. Keempat, satunya kata dan menghindari perdebatan yang menyebabkan perpecahan. Itu adalah senjata musuh yang mereka gunakan untuk menghancurkan kita. Sesungguhnya berkumpulnya mereka itu, seperti sebuah panah yang tidak bisa dipisahkan. Dan jika dipisahkan maka akan rusak.

Ihwa ti fillah yang rahmati Allah Ta’ala

Kelima, tegaknya semua itu dan asasnya, yaitu sabar. Lima hal ini pondasinya adalah kesabaran. Ketika hilang sebagian darinya, maka hilanglah sebagian dari kemenangan tersebut. Dan jika berkumpul kesemuanya, maka akan memperkuat satu dengan yang lainnya sehingga menjadi pengaruh yang kuat datangnya pertolongan. Dan ketika terkumpul pada diri para sahabat radhiyallahu ‘anhum Allah jadikan mereka pemimpin dari
umat-umat yang ada. Mereka kuasai dunia sehingga tunduklah setiap negeri dan penghuninya.

Demikianlah sebab-sebab kemenangan yang harus kita usahakan dalam berjihad. Dan kita wajib yakin bahwa kemenangan, kekuasaan serta kemuliaan hanyalah milik Allah, Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman. Akan tetapi, banyak diantara manusia yang tidak mengetahuinya. [ Amru ]