Sejarah Penyimpangan Dalam Kehidupan Manusia

patung(An-najah.net) – Pada asalnya, manusia adalah bertauhid. Dan bertauhid merupakan fitrah yang dikaruniakan Allah untuk manusia. Sebagaimana firman Allah Swt:

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.” (QS. Ar-Ruum : 30)

Rasulullah Saw juga menjelaskan bahwa setiap bayi yang lahir kedunia ini dalam kondisi fitrah bertauhid kepada Allah. Sebagaimana sabdanya :

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua ibu bapaknya lah yang membuatnya Yahudi atau Nasrani atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penyimpangan dari sumber aqidah yang shahihah adalah sumber kehancuran dan kesesatan. Karena aqidah yang benar merupakan motivator utama bagi amal yang bermanfaat. Akan tetapi kalau aqidahnya sudah rusak maka akan melahirkan amalan-amalan yang rusak sebagaimana aqidahnya orang syiah, khawarij, murjiah.

Tanpa aqidah yang benar seseorang akan menjadi mangsa bagi persangkaan dan keragu-raguan.  Hal ini kalau berjalan terus menerus akan mengakibatkan menumpuk dan menghalangi dari pandangan yang benar. Sehingga ia semakin jauh dari jalan hidup kebahagian yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Awal Mula Syirik

Syirik adalah unsur luar yang menyusup terhadap fitrah manusia. Dan pertama kali, syirik serta penyimpangan aqidah itu terjadi pada kaum nabi Nuh. Kaum nabi Nuh membuat lima patung dengan nama Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’ud dan Nasr. Nama-nama patung itu diambilkan dari nama orang-orang yang shalih setelah mereka meninggal. Tujuannya untuk untuk mengingat mereka tapi lama kelamaan syaithan membisiki mereka yang akhirnya mereka beribadah kepada patung itu disamping beribadah kepada Allah Swt.

 Ibnu Katsir dalam kitabnya yang berjudul Qashash Al Anbiyya menuliskan bahwa, berhala yang pertama kali dibuat adalah Wadd, Suwâ’, Yaghuts, Ya`uq dan Nasr, kesemuanya adalah para ulama yang hidup pada masa antara Adam dan Nuh. Mereka semua adalah anak dari Adam, Wadd anak tertua dan paling berbakti kepada Adam

Lalu datanglah Amr bin lahyi al Khuza’i dan ia mengubah agama Ibrahim serta membawa patung-patung itu ke tanah Arab, dan ke tanah Hijaz secara khusus, sehingga patung-patung itu pun disembah selain Allah. Selanjutnya perbuatan syirik itu menyebar ke negeri-negeri suci tersebut dan negeri-negeri tetangganya sampai Allah mengutus Rasulullah Saw.

Tatkala Rasulullah Saw diutus untuk membawa misi tauhid sebagaimana yang diajarkan millah Ibrahim. Beliau berjuang keras sampai aqidah tauhid dan agama Ibrahim kembali dianut. Beliau menghancurkan 360 patung-patung yang berada disekitar Ka’bah dan dengannya Allah menyempurnakan agama ini serta menyempurnakan nikmat-Nya untuk segenap alam.

Dikisahkan melalui hadits bahwa bangsa Arab Jahiliyah telah meletakkan berhala disekitar Ka’bah  sebanyak 360 berhala. Berhala yang disembah Arab Jahiliyah itu biasanya diberi nama, berhala yang terkenal adalah: Hubal , Latta, Manat, ‘Uzza.  

Pengulangan Sejarah

Para sahabat adalah generasi terbaik yang telah dikeluarkan oleh Allah untuk umat ini. Mereka selalu berupaya bagaimana bisa merubah manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menjadi hanya menghambakan diri hanya kepada Allah. Sehingga lahirlah generasi tangguh yang siap memikul beban penegakkan tauhid dimukan bumi ini.

Namun kemudian muncullah kebodohan tentang agama yang merajalela pada generasi-generasi akhir dan unsur-unsur asing dari agama-agama lain merasukinya, sehingga kembali merebaklah kesyirikan di tengah-tengah umat.

Hal ini disebabkan oleh da’i-da’i yang sesat lagi menyesatkan. Mereka memerintahkan mendirikan bangunan-bangunan di atas kuburan sebagai bentuk pengagungan kepada para wali dan orang-orang shalih dengan dalih cinta kepada mereka. Sehingga dibangun diatas kuburan mereka bangunan-bangunan peringatan, dan dijadikan sembahan-sembahan selain Allah. Dan mereka juga  melakukan segala bentuk pendekatan, baik dengan doa, memohon pertolongan, menyembelih kurban, atau nadzar karena kedudukan mereka. Ini adalah perbuatan syirik dalam beribadah kepada Allah.

Adapun terhadap tauhid rububiyah maka mereka mengakuinya. Dan tidak ada manusia yang meningkarinya tauhid rububiyah kecuali sedikit sekali, seperti Fir’aun, orang-orang atheis, dan komunis pada zaman ini. Tetapi pengingkaran mereka tersebut hanyalah karena kesombongan mereka. Jika tidak, tentu mereka mau tidak mau akan mengakuinya dalam hati dan sanubari mereka.

Sejarah akan berulang yang berbeda pelakunya tetapi hakekatnya tetap sama. Dalam hidup ini ada pejuang pemegang panji-panji tauhid ada pula pejuang yang berjuang melestarikan kesyirikan. Kalau dahulu ada Nabi Ibrahim pejuang tauhid melawan raja Namrud pengusung kesyirikan. Dulu ada Nabi Musa pemegang panji tauhid melawan Fir’un pembela kesyirikan. Kemudian munculah Rasulullah Saw dan didukung para sahabat  sebagai pelanjut perjuangan millah ibrahim yang mengusung tauhid  melawan Abu Jahal, Abu Lahab pendukung kesyirikan. Tauhid dan syirik inipun akan senantiasa berperang sampai datangnya hari kiamat.(Anwar/annajah)