Sekulerisme atau Nasionalisme, Konsep Negara Semu

Ust. Abu Rusydan
Ust. Abu Rusydan

An-Najah.net – Umat manusia sudah jenuh, mereka menginginkan perubahan. Sekulerisme atau Nasionalisme merupakan konsep negara semu. Ungkapan ini disampaikan Ust. Abu Rusydan, Aktivis Pemerhati Gerakan Jihad dalam bedah buku “ Visi Politik Gerakan Jihad” di masjid Baitul Makmur, Solo Baru, Ahad (01/4/2018). Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Baiti Jannati yang bekerjasama dengan Aqwam.

Da’i dari Kudus ini mengutip dari buku ‘Ad-Daulah Al-Mustahillah’. Ia berkata konsep negara semu adalah negara yang dipimpin oleh sekulerisme atau nasionalisme.

Ia menjelaskan umat manusia sudah jenuh, mereka menginginkan perubahan. “Pertanyaan perubahan  apa yang dikehendakai?” ungkapnya dengan memberikan kalimat tanya. Yaitu perubahan kepada Islam, tidak ada yang lain.

Ia menambahkan jika kita perfikir masalah perubahan, yaitu dari perubahan yang sangat buruk pada hari ini. Perubahan dari konsep kedzaliman jahiliyyah, yaitu dari jahiliyyah nasionalisme menuju jahiliyah demokrasi, maka anda hanya berputar-berputar tiada henti.

Pemerhati gerakan jihad ini menukil perkataan Muhammad Kutub, itu ibarat “Anda tidak tahu jalan pulang”. Ungkapnya.

Da’i dari Kudus ini mengibaratkan konsep di atas berbeda slogan supir truk, “Kemanapun saya pergi, saya tahu jalan pulang”, ungkapnya.

Ia mengingatkan saat ini umat Islam dari belahan barat maupun timur, sedang merasakan hembusan angin perubahan. Siapa saja dari kaum muslimin secara global, rejional, maupun nasional sekalipun untuk hari ini menginginkan perubahan.

Mereka sudah jenuh, dengan penguasa-penguasa mereka yang dzalim, baik terbuka maupun yang tertutup. Baik menganiyaya dengan pedang, senjata, wajah kasar, maupun menganiaya khususnya kepada umat Islam dengan senyum manis. Tapi semua ummat dari semua pihak sudah bosan, sudah jenuh dengan perlakuan yang demikian.

Ketika kaum muslimin berkumpul di monas pada aksi 212 atau 114 dan aksi-aksi yang lainnya. Karena pada saat ini siapa yang bisa menghembuskan perubahan maka dia akan mendapatkan sambutan yang luar biasa.

Terapi persoalannya adalah ‘at-Taghyir al-Mathlub’ perubahan yang anda kehendaki itu apa? Perubahan yang dikehendaki oleh 6 juta manusia yang berkumpul di lapangan monas itu apa? Perubahan yang dikehendaki oleh kaum muslimin dari Maroko sampai Merauke itu apa? Ini adalah persoalan yang paling penting yang harus kita jawab!

Angin perubahan dan pembebasan yang paling dirindukan ummat. Perubahan yang membawa kembalinya ajaran Islam yang memimpin kehidupan. Ummat Islam bahkan ummat manusia sudah merasakan sakitnya dipimpin oleh sekulerisme atau nasionalisme.

Reporter : Ibnu Jihad

Editor : Anwar