Seorang Muslimah AS Jemput Kesyahidannya Setelah Berhasil Lemparkan Granat ke Tentara Rezim

oposisi-suriah-memasang-roket-untuk-menyerang-pasukan-pemerintah-bashar-al-assad-_130517192757-133IDLIB (an-najah) – Seorang muslimah asal AS yang diidentifikasi sebagai Nicole Mansfield dilaporkan termasuk dalam tiga orang yang dibunuh di Provinsi Idlib, Suriah. Mereka terbunuh ketika sedang bersama dengan mujahidin Suriah melawan pasukan pemerintah rezim. 

Kantor berita Suriah, SANA melaporkan, pemerintahan AS belum mengonfirmasi terbunuhnya Mansfield. Tapi ibu dan sepupunya mengatakan ke Detroit Free Press kalau FBI telah mengabarkan kematiannya, pada Kamis sore (30/05).

Mansfield diidentifikasi sebagai muslimah yang bergabung dengan gerakan perlawanan lokal bersama dengan dua orang dari Inggris. Satu merupakan laki-laki berusia 22 tahun dari London.

Keluarga Mansfield menggambarkannya sebagai perempuan yang baik. “Saya pikir dia bukan teroris, tapi hanya Tuhan yang tahu,” ujar sang bibi, Monica Mansfield Speelman seperti dilansir Global Post, Jumat (31/5).

Ia menyatakan, tak tahu berapa lama Mansfield di Suriah sebelum akhirnya menjemput kesyahidannya (kama nahsabuhu). Berdasarkan beberapa kerabat, Mansfield menikah dengan laki-laki Arab yang kemudian bercerai.

Ia pun kemudian pindah ke Dubai, dua-tiga tahun yang lalu. Dia memiliki seorang putri belia berusia 18 tahun.

Media Suriah menyatakan, Mansfield membuat pos pemantauan di Provinsi Idlib yang dikuasai kubu pejuang. Di pos itu ia melemparkan granat tangan sebelum akhirnya ditembak dan terbunuh oleh tentara rezim Nushairiyah. [benji/rol/annajah]