Shalat dalam Keadaan Junub

Shalat dalam Keadaan Junub
Shalat dalam Keadaan Junub
Shalat dalam Keadaan Junub

An-Najah.net – Apa hukumnya untuk orang yang lupa mandi junub? Apakah ketika ingat harus langsung mandi dengan niat mandi junub. Atau menghilangkan junub bisa dengan mandi seperti biasa.

Kemudian apakah perlu mengqadha’ shalat yang sudah dikerjakan antara waktu junub dengan waktu ia ingat? Terima kasih atas jawabannya. (Ibnu—Boyolali)

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ

Para ulama kita menyarankan orang yang junub agar segera mandi besar (mandi junub) dengan niat menghilangkan junubnya supaya tidak lupa.

Jika seseorang lupa belum mandi junub namun ia telah mengerjakan satu atau beberapa shalat fardhu, hendaklah ia segera mandi dan mengganti semua shalat yang dikerjakannya antara waktu junub dengan waktu ia ingat.

Yang demikian itu karena suci dari hadats besar dan kecil merupakan syarat sah shalat. Allah berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki; dan jika kamu junub, maka mandilah.

Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (WC) atau menyentuh (menyetubuhi) perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.

Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS. al-Maidah: 6)

Juga sabda Nabi SAW,

‏لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُوْرٍ

“Shalat tidak diterima tanpa didahului dengan bersuci.” (HR. Ahmad, 2/39, Muslim 1/204, at-Tirmidziy 1/5, dan Ibnu Majah, 1/100)

Jika waktu antara junub dan ingat belum mandi cukup lama, artinya banyak sekali shalat yang dikerjakan secara tidak sah, maka hendaklah menghitung jumlah shalat yang ditinggalkan—menurut jumhur ulama. Jika tidak tahu jumlah persisnya, hendaklah memperkirakannya dengan taksiran tinggi. Cara mengerjakannya pun harus berurutan.

Apabila yang lupa mengerjakan shalat sebelum mandi junub padahal ia dalam keadaan junub adalah seorang imam, maka hanya ia yang harus mengulang atau mengqadha’ shalat. Shalat para jamaah sudah sah dan karenanya tidak perlu mengulang. Wallahu a’lam.

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 124 Rubrik Konsultasi Islam

Editor : Helmi Alfian