Sombong dan Membanggakan Diri

sombong dan bangga diri
sombong dan bangga diri

Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. Sebagaimana firman-Nya,

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا (36) الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka.” (QS.An Nisaa : 36-37)

Baca juga: Derita Bagi Orang-orang yang Sombong

Syaikh Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Allah Ta’ala mensifati mereka dengan kebakhilan yaitu bakhil ilmu dan bakhil harta, meskipun konteksnya menunjukkan bahwa artinya bakhil ilmu itulah maksud yang lebih dominan. Oleh karena itu Allah Ta’ala mensifati mereka dengan menyembunyikan ilmu diberbagai ayat seperti firman Allah-Nya dalam surat; Ali Imran: 187; Al Baqarah: 159-160; Al Baqarah: 174, dan lainnya.”

Maka mereka dimurkai karena mereka telah menyembunyikan ilmu, sebabnya terkadang karena bakhil agar orang lain tidak memiliki keutamaan seperti yang ia dapatkan dan terkadang ingin mendapat dunia khawatir jabatan dan hartanya hilang jika menyampaikan kebenaran, dan terkadang karena takut dibantah oleh orang lain. Dan sifat-sifat itu menjangkiti umat islam yang menisbatkan dirinya sebagai ahlul ilmi. Wallahu Ta’ala ‘Alam

Sumber             : Ibnu Taimiyyah, Iqtidho’ Shirotol Mustaqim. hal: 12

Editor               : Ibnu Alatas