Standar Ganda Orang Kafir: TV Islam di Inggris 'Diserang' Karena Berdakwah

Salah satu TV yang dikritik adalah "Peace TV" milik ulama kharismatik Dr Zakir Naik
Salah satu TV yang dikritik adalah “Peace TV” milik ulama kharismatik Dr Zakir Naik

(An-najah) – Sebuah surat kabar online di Inggris, Daily Mail, hari ini Selasa (12/02) mengeluarkan sebuah artikel yang berjudul “Muslim Fanatik Menyembur di TV Inggris: Ekstrimis gunakan TV komunitas untuk menyeru kepada terorisme, pembunuhan dan penganiayaan kepada kaum gay”. Artikel yang ditulis oleh jurnalis media tersebut Chris Greenwood menunjukkan beberapa data yang dia miliki terkait propaganda media Islam di Inggris sudah mulai meluas melalui TV-TV komunitas dan radio.

Sayangnya, jurnalis tersebut dengan picik menerapkan standar ganda kepada media-media Islam saja. Padahal, media-media mainstream yang mendominasi opini publik dunia internasional yang justru melecehkan agama Islam dan Nabi Muhammad Saw. tidak disebut dengan bahasa-bahasa yang menyudutkan seperti “ekstrimis”, “fanatik”, dan “teroris”. Contohnya, dalam film penghina Nabi Muhammad Saw, ‘The Innocence of Moslem’ atau karikatur penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw yang terdapat dalam majalah mingguan Prancis, Charlie Hebdo dan media cetak yang berbasis di Denmark, Jylland-Posten.

Greenwood menulis, di antara program acara yang dikritik adalah satu acara yang disiarkan oleh Peace TV, yang berbasis di Birmingham, Inggris. TV komunitas ini dimiliki oleh Dr Zakir Naik, seorang ulama Islam kharismatik yang dilarang memasuki Inggris sejak tahun 2010 dengan alasan ‘kepentingan umum’.

Ofcom (Office of Communication) mengklaim temukan adanya 'pelanggaran' yang dilakukan oleh media islam
Ofcom (Office of Communication) mengklaim temukan adanya ‘pelanggaran’ yang dilakukan oleh media islam

Menurut Ofcom, sebuah kantor pengawas siaran di Inggris, TV tersebut melanggar kode etik siaran ketika ada frase yang menyebut: “Menurut ijma’ ulama, mereka mengatakan bahwa jika seorang Muslim, ia menjadi non-muslim (murtad, red) maka ia harus dihukum mati.” Greenwood juga menambahkan bahwa, Dr Naik, yang saat ini berbasis di Mumbai, mengatakan dalam pidatonya secara online pada tahun 2006 bahwa, “Setiap Muslim harus menjadi teroris.”

Namun, Greenwood secara tidak adil kepada ummat Islam dan kepada Dr Zakir Naik, tidak menjelaskan apa definisi teroris yang dimaksud oleh Dr. Zakir Naik, dan dalam konteks apa beliau mengatakan demikian.

 TV Noor, sebuah TV komunitas muslim di Inggris juga dikritik oleh Ofcom untuk ‘pelanggaran serius’, dan menyoroti bahwa TV tersebut melakukan seruan yang dapat mendorong kekerasan. Pada sebuah program acara, TV ini mengatakan: “Sama sekali tidak ada keraguan tentang hal itu, bahwa hukuman bagi orang yang menunjukkan sikap tidak menghormati Nabi adalah kematian. Tidak ada yang tidak setuju tentang hal ini.”

Pada bulan Desember tahun lalu, Radio Asian Fever, di Leeds, didenda £ 4.000 karena dianggap melanggar aturan penyiaran dalam program yang melibatkan seorang presenter yang disebut ‘Suster Ruby Ramadhan’. Dia mengatakan kepada para pendengar, bahwa homoseksual harus dipukuli dan disiksa. Padahal sebagian ulama mengatakan bahwa pelaku homoseksual harus dihukum dengan dilempari batu seperti yang ditimpakan oleh Allah Swt. kepada kaum Luth.

Greenwood melanjutkan, Takbir TV, yang berbasis di Nottingham, juga telah diklaim melanggar kode etik penyiaran dua kali dalam 18 bulan untuk program yang rendahkan sebuah sekte sesat yang mengaku Islam. Seorang juru bicara Ofcom mengatakan: “Mayoritas saluran Islam sesuai dengan aturan kami. Namun, apabila kita mengidentifikasi masalah melalui pemantauan kami atau ada keluhan, kami akan menyelidiki sepenuhnya dan mengambil tindakan tegas penegakan hukum,” ujarnya.

Media-media Islam, khususnya di Inggris sudah mulai merambah pada kegiatan dakwah dengan menjangkau khalayak yang lebih luas. Meskipun masih terbatas dalam segmen tertentu dan area siaran yang lebih sedikit dibandingkan dengan media-media arus utama. Mereka memang menargetkan sasarannya kepada komunitas Muslim yang sudah mulai signifikan jumlahnya di Inggris. Berdasarkan data dari Badan Statistik Nasional Inggris mengungkap adanya peningkatan dua kali lipat jumlah warga Muslim di Inggris selama beberapa dekade terakhir ini. Saat ini sekitar 2,6 juta orang Islam tinggal di Inggris.

Bagaimanapun juga orang-orang kafir akan selalu berusaha menggembosi segala daya dan upaya yang dilakukan oleh kaum muslimin, sebagaimana firmannya dalam Al-Quran Surat At-Taubah ayat 32,

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Allah Swt. berfirman, “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At-Taubah: 32).

Wallahu A’lam bishawab.

Oleh: Fajar Shadiq