Sunnatullah Permusuhan

Sunnatullah Permusuhan
Sunnatullah Permusuhan

An-Najah.net – Permusuhan orang-orang kafir tidak akan berakhir sampai orang-orang muslim murtad dan mengikuti agama mereka. Allah Ta’ala berfirman

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ  قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Q.S Al-Baqoroh: 120)

Baca juga: Permusuhan Abadi Antara Muslim dan Kafir

Sejarah Menjadi Saksi Bisu

Marilah kita tengok diantara buktinya dari apa yang sempat tercatat dalam lembaran sejarah. Pada hari tentara musyrikin Tartar memasuki ibu kota Baghdad tahun 656 H.

lbnu Katsir mengisahkan dalam Tarikhnya, “Telah dibunuh kaum muslimin, sebanyak 800.000 jiwa. Dalam riwayat yang lain bahkan dikatakan mencapai 2.000.000 jiwa. Khalifah dan anak-anaknya ditangkap dan dibunuh semua.

Para ulama ditangkap dan dilemparkan ke dalam lubang-Iubang galian tempat membuang kotoran lalu mereka dijatuhi kotoran dari atas hingga mati. Seluruh isi perpustakaan dikota Baghdad dibuang kesungai Tigris hinggga warna airnya berubah menjadi biru (karena tinta) sampai beberapa bulan lamanya.”

Tengok pula apa yang diperbuat Ahlul Kitab tatkala mereka berhasil menguasai Baitul Maqdis di Palestina. Ibnu Katsir menuturkan dalam Tarikhnya, “70.000 kaum muslimin dibantai di halaman Masjidil Aqsha.

Ada seorang Nasrani yang menggambarkan pembantaian tersebut. Katanya, “Darah yang tumpah menggenangi tempat pembantaian tersebut. menutupi kaki-kaki kuda sampai lutunya. Tangan-tangan dan kaki-kaki jenazah meraka yang dibantai terapung diatas genangan darah.”

Baca juga: China Wajibkan Muslim Uighur Jual Alkohol

Lalu marilah kita saksikan apa terjadi beberapa waktu yang lalu, atau bahkan sampai saat ini sepeti saudara kita di Palestina, Irak, Checnya, Sudan, Pakistan, Khasmir, Mindanao di Philipina, Pattani di Thailand, Mali di Afrika, Muslim Rohingya di Myanmar, Uighur di Cina, Wamena di Papua dan dimana saja ditanah-tanah yang didiami kaum muslimin diseluruh penjuru dunia.

Apa yang terjadi dengan nyawa, harta, tempat ibadah, anak-anak, wanita dan orang-orang lanjut usianya? Dan jangan pernah menutup mata dan pura-pura tuli dengan apa yang terjadi dibelahan bumi Muslim.

Saudara kita seakidah dan seperjuangan menjadi korban kebengisan, korban pelecehan seksual, korban pelecehan moral dan paling parah adalah korban kristenisasi. Waliyadzubillah

Loyal Salah Kaprah

Kemudian apa yang mesti kita katakan terhadap banyaknya kaum muslimin yang terperdaya dengan tipu muslihat golongan yang sebenarnya memusuhinya. Mereka selalu berprasangka baik pada slogan-slogan persahabatan, perdamaian, dan persatuan yang di gembar-gemborkan oleh orang-orang kafir.

Mereka lebih percaya pada bibir manis dan sikap palsu orang-orang kafir dibanding dengan keterangan Allah Ta’ala. Bukankan Allah Ta’ala telah berfirman, “Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya. sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).” (QS. At-Taubah: 8)

Baca juga: Konsekuensi Tauhid Dalam Berloyal

Bahkan diantara mereka justru bergabung dalam barisan orang-orang kafir yang nyata-nyata memusuhi Islam dan kaum Muslimin. Membantunya untuk memerangi Islam dan kaum muslimin. Baik dari sekedar menyokong dengan kata-kata. atau dukungan yang lebih nyata seperti tenaga, pikiran bahkan material. Waliyadzubillah

Bukankah Rasulullah dengan jelas telah mengabarkan, bahwa kelak di Akhirat kita akan dikumpulkan dengan orang yang kita cintai. Jika kita mencintai musuh-musuh Allah Ta’ala (orang kafir dan munafik), maka kelak di akhirat kita akan dikumpulkan dengan mereka. Padahal tiada tempat yang layak untuk orang munafik, kecuali di keraknya neraka.

Semoga Allah Ta’ala selalu membimbing kita dijalannya yang benar hingga akhir hayat. Mendapatkan rahmat dan ridho-Nya, serta dikumpulkan di Jannah-Nya bersama para nabi, dan orang-orang shaleh. Aamiin Wallahu Ta’ala ‘Alam

Penulis : Hamba Allah

Editor   : Ibnu Alatas