Road Show Bedah Majalah An-najah: Suriah Membara Di Haurgeulis

Road Show Bedah An-Najah Edisi Khusus (bagian 1)

(An-najah) – Belum genap sebulan umur edisi khusus majalah An-Najah, BARA SURIAH Kupas Tuntas Tanah Yang Dijanjikan (Februari 2013), namun minat kaum muslimin untuk mengkaji lebih dalam tema yang diangkat Majalah An-Najah pada edisi khusus ini sangat besar. Terbukti, di bulan ini, redaksi An-Najah kebanjiran permintaan untuk bedah majalah di beberapa kota di Indonesia. Banyaknya permintaan ini membuat redaksi sedikit kewalahan, sehingga beberapa kota peminat An-Najah harus mengikhlaskan untuk diundur pada bulan berikutnya (Maret).

Tercatat sejak tanggal 1 Februari 2013 hingga 17 Februari, sudah enam kota disinggahi An-Najah untuk menjelaskan tema edisi khusus, berdiskusi dengan umat Islam, khususnya pembaca setia, terkait masa depan perjuangan umat Islam di Suriah, sekaligus umat masa depan nasib umat Islam di tengah dinamika jihad global dan penjajahan Barat di bumi-bumi umat Islam, sekaligus penggalian dana untuk muslimin Suriah. Pasalnya, sebagaimana tersebut dalam edisi khusus tersebut, Suriah diyakini oleh banyak pihak sebagai millestone menuju khilafah Islam di akhir zaman, juga sebagai gerbang pembebasan Palestina dari cengkeraman Zionis-Amerika.

Untuk Pencerahan Masyarakat
Bermula dari Haurgeulis, Indramayu Jawa Barat, tepatnya di Masjid Jami’ al-Furqon pada senin 4 Februari 2013. Di daerah yang pernah dilanda banjir ini, antusias peserta, terutama panitia dari Majlis Thalabul Ilmi Haurgelis Sangat besar. Bapak Nashr Bajri, ketua Majelis Thalabul Ilmi menjelaskan kepada Ust. Akrom Syahid, bahwa peserta yang hadir dari berbagai kalangan, termasuk ta’mir-ta’mir masjid Haurgelis dan sekitarnya.
Abu Faishal, ketua panitai pelaksana Bedah An-Najah, dalam sambutannya menuturkan, bahwa acara tersebut diadakan dalam rangka upaya menjelaskan kepada umat tentang apa yang sebenarnya terjadi di Suriah. Agar umat bisa bersikap dengan bijak.

Bedah An-Najah yang diselingi pemutaran beberapa filem dokumentasi derita Umat Islam Suriah. Juga filem tentang masa depan Suriah, filem yang bertajuk “Ardhu Syam Ardhul Khilafah al-Ghaibah’ –Negeri Syam, Negeri Kekhilafahan Yang Terlupakan-. Dalam pemaparannya, Ust. Akrom menjelaskan, bahwa masalah Suriah adalah masalah keumatan, bukan sekedar masalah kebangsaan. Ia adalah masalah umat Islam dunia.

Kenapa Membantu Suriah?
Banyak alasan yang mendasari beliau menyatakan demikian. Salah satunya, ukhuwah islamiyah, artinya, umat Islam diajarkan untuk saling cinta satu sama lain atas dasar iman. Bahwa mereka adalah suku Arab, bangsa Suriah, bukan menjadi persoalan. Karena memang ukhuwah Islamiyah itu lintas wilayah Negara, benua, tidak terbatasi oleh kesukuan.

“Kelak di hari kiamat Allah akan meminta pertanggung jawaban kepada kita, jika ada seorang muslim yang terlantar di dunia ini sementara kita mengetahui kondisinya dan mampunya.” Beliau menguatkan pernyataannya dengan sebuah hadits qudsi.
Selain itu, jelas beliau, Suriah adalah negeri yang disucikan oleh Islam setelah Makkah dan Madinah. Negeri Suriah, juga termasuk negeri Syam yang selalu dinaungi oleh para malikat pembawa rahmat.

“Yang sangat disayangkan,” ungkap beliau, “sebagian besar umat Islam tertipu propaganda media Syiah dan orang-orang Syiah yang mendiskriminasi perjuangan umat Islam Suriah yang hendak merdeka dari intimidasi rezin Syiah Nushairiyah yang didukung oleh Iran dan Hizbullah Lebanon. Media Syiah mempropagandakan, bahwa apa yang terjadi di Suriah adalah perang saudara, atau pemberontak wahabi yang menentang penguasa sah. Padahal menurut Team HASI yang menyaksikan langsung kondisi di sana, perjuangan umat Islam suriah adalah murni memperjuangkan kebebasan beragama, agar mereka mendapatkan kehormatan dan kebebasan dalam menjalankan ibadah sebagai muslim. Sebagian pejuang Suriah ada juga yang tidak simpatik terhadap wahabi, maka tidak masuk akal kalau mereka dituduh pemberontak wahabi.”

Di penghujung penyampaiannya, Ust. Akrom, meminta umat Islam agar peduli dan memberikan bantuan kemanusiaan, selain do’a, untuk muslimin Suriah. “Andaipun konflik Suriah dituduh perang saudara, ini tidak menafikan kewajiban kita sesama muslim untuk membantu mereka. Rasulullah saw bersabda, “Tolonglah saudaramu yang terdzalimi maupun yang mendzalimi.”.* (Izzul)