Syaikh Muhaisini: Pentingnya Berjihad Bersama Umat

Abdullah Al-Muhaisini
Abdullah Al-Muhaisini

An-najah.net – Syaikh Abadullah al Muhaisini, seorang ulama mujahid mengingatkan kepada umat Islam. Pentingnya berjihad bersama umat. Dengan jihad ini umat Islam akan memiliki izzah.

Tidak ada ibadah yang lebih berbahaya bagi orang-orang kafir dan munafik daripada ibadah jihad. Itu adalah ibadah yang jika dilakukan oleh umat Islam, ia akan menang (umat Islam menunaikan tuntutan untuk berjihad) untuk menantikan kemuliaan, kepemimpinan, dan pemerintahan Islam.

Tetapi mustahil, sangat mustahil, bagi para musuh-musuh Islam untuk membiarkan hal tersebut terjadi begitu saja, tanpa melakukan perlawanan. Dan saat ini, perlawanan terbesar mereka adalah makar-makar yang mereka buat untuk melawan umat Islam.

Di antara makar terbesar mereka adalah memisahkan antara mujahidin dengan umatnya. Inilah hal yang sangat menyedihkan, karena jihad tidak bisa terlaksana tanpa adanya umat. Dan yang membuat kita berada dalam kesedihan dan penyesalan adalah, para musuh-musuh Islam telah berhasil melaksanakan makar tersebut!

Memisahkan mujahidin dari umatnya, dan kadang-kadang hal tersebut diakibatkan oleh perbuatan mujahidin itu sendiri. Meskipun kadang-kadang disebabkan karena adu domba yang diciptakan oleh para musuh-musuh Islam. Beberapa contohnya:

  1. Ketika Anda disebut salafi jihadi, terkadang Anda menempatkan diri Anda pada sebuah ‘aliran’ yang membuat Anda terlalu fanatik. Anda hanya berwala’ kepada yang sepemikiran, dan memusuhi orang-orang yang berbeda pendapat dengan Anda. Dengan kemudian mentakfirkan para hakim, contohnya. Maka Anda kemudian telah menempatkan diri Anda dalam kerugian yang besar karena Anda telah memisahkan diri dari umat. Anda juga membatasi jihad pada diri Anda (selain Anda tidak benar jihadnya).
  2. Mengklasifikasikan Mujahidin, dan menyebut mereka teroris. Ini adalah hal-hal yang membuat umat menjadi takut untuk mendukung para mujahidin. Dan hal ini adalah metode yang dilakukan oleh para musuh-musuh Islam. Hal ini dapat diatasi dengan cara meningkatkan kesadaran umat Islam.
  3. Ketika para mujahidin mengenakan seragam khusus dan syi’ar-syi’ar khusus yang menjadi ciri khas mereka, maka secara tidak langsung mereka telah memisahkan diri mereka dari umat.
  4. Ketika para mujahidin tidak mau menerima kebenaran kecuali hanya dari sebagian kecil syaikh saja (yang dianggap sepemikiran). Dan selain para syaikh tersebut, mereka mencelanya. Maka secara tidak langsung mereka telah memisahkan diri mereka sendiri dari umat.
  5. Ketika sebagian mujahidin mencela sebagian orang yang tidak berjihad, dan juga bersikap keras kepala atas segala bentuk advokasi yang diupayakan, maka mereka telah memisahkan diri mereka sendiri dari umat.
  6. Ketika sebagian mujahidin memandang diri mereka, baik itu perkataan, atau perbuatan, bahwa mereka adalah para pemeluk kebenaran tanpa cacat, dan mereka berpendapat bahwa merekalah satu-satunya pihak yang berhak untuk menjaga kesatuan umat, maka pada saat itu mereka sudah memisahkan diri mereka sendiri dari umat.
  7. Dan masih banyak permisalan lainnya.

Sumber : seraamedia.org

Editor : Miqdad