Dua Syarat Meraih Kemenangan Dalam Islam

  • by
Syarat Meraih Kemenangan

Ilustrasi: Syarat Meraih Kemenangan

Tentang syarat kemenangan, ada sebuah kisah yang bisa diambil hikmahnya agar umat Islam meraih kemenangan.Dikisahkan bahwa seluruh warga dari satu kampung tengah dipenjara dalam benteng. Penjara itu tak mudah ditembus. Dindingnya begitu kokoh. Komplek bangunannya begitu besar dan luas. Serta dikelilingi tembok tinggi dan tebal. Hanya ada satu gerbang untuk masuk maupun keluar. Tentu saja gerbang itu terkunci rapat.

Syarat Meraih Kemenangan dan Kunci Gerbang

Kunci  gerbang sebenarnya ada di dalam benteng. Disembunyikan di salah satu dari 10 lubang di salah satu dinding. Meski orang-orang tahu bahwa kunci tersimpan di tempatnya tak satu pun berani mengambilnya.

Mengapa demikian? Karena ada kalajengking berbisa di 9 dari 10 lubang di dinding. Sedangkan kunci gerbang ada di lubang yang aman. Tapi entah yang mana.

Kemudian, seorang pemberani maju mencoba mengambil kunci. Ia ulurkan tangan ke salah satu lubang. Ternyata ia memilih lubang yang salah. Kalajengking langsung mematuk jarinya, hingga ia pun mati seketika.

Orang kedua maju. Ia pelajari kesalahan orang pertama, bahwa kunci tidak ada di lubang pertama. Ia bungkus tangannya dengan kain, baru kemudian meraba isi lubang kedua. Tapi ia kembali gagal. Balutan kain tetap tidak mampu melindungi tangannya dari sengatan kalajengking. Dia meninggal seperti orang pertama.

Musibah ini tidak membuat para pemberani jadi ciut nyali. Orang ketiga maju, dilanjutkan orang keempat, kelima dan seterusnya. Masing-masing mencoba cara baru untuk melindungi tangan dari sengatan serangga. Lagi-lagi, tak satu pun dari mereka berhasil.

Orang-orang yang menonton terhabak-bahak melihat martir bertumbangan. Ada pula yang mencerca sembari menyebut mereka sebagai orang-orang bodoh nan ceroboh. Ada pula yang bersyukur tidak ikut-ikutan mencoba dan menjadi korban.

Akhirnya, setelah 9 kali uji coba yang gagal, orang ke-10 berhasil mengeluarkan kunci dengan selamat. Ia  membuka gerbang di tengah tatapan takjub dan heran.

Jika melihat usaha mereka, siapa orang yang paling berjasa? Apakah orang terakhir atau sembilan korban yang lain? Apa syarat meraih kemenangan dalam kasus di atas? Apapun jawabannya, secara teoritis, risiko orang yang tinggal memilih 2 atau 3 lubang lebih ringan daripada orang yang mencoba di awal.

Nah, kondisi umat Islam hari ini sebenarnya tak jauh beda dari kisah imajiner di atas. Umat ini sedang terpenjara dalam penjara yang tak kasatmata.

Orang yang gagal adalah orang yang tidak mau mencoba karena terlalu takut tersengat ‘serangga’. Akibatnya ia tidak bisa lepas dari ‘belenggu’, begitu pula umatnya. Meski demikian, akan tetap ada sekelompok orang  yang berusaha mencari jalan keluar dengan berbagai macam uji coba. Mereka semua tengah berbagi jasa yang menghasilkan kemenangan yang tiba belakangan.

Mereka akan berhasil selama mengikuti dua syarat berikut:

  1. Tidak memasukkan tangan di lubang yang telah ditunjukkan oleh dalil syar’i dan fakta sejarah bahwa kunci tidak berada di lubang tersebut.
  2. Ambil pelajaran dari pengalaman para pendahulu yang menjadi korban sengatan serangga berbisa. Jangan pernah malas mengkaji tajribah dan uji coba mereka. Jangan terlalu percaya diri hanya bermodal berani dan ketulusan niat. Akibatnya, kembali tersengat kalajengking yang sama. Kembali tersandung batu yang sama. Dan kembali jatuh di lubang yang sama.

Ingat, seorang mukmin tidak gegabah dan mengulangi kesalahan. Seperti kata pepatah Arab, “La yuldighu al-mu’minu fi juhrin marratayni. Seorang mukmin tidak jatuh ke lubang yang sama dua kali.” Atau hanya keledai yang jatuh di lubang yang sama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.