Syariat Ilahi Harga Mati

ilahi
ilahi

An-Najah.net – Tiada syariat kecuali syariat Allah Ta’ala. Akhir-akhir ini, orang seringkali merasa risih dan apriori (beranggapan sebelum mengetahui (melihat, menyelidiki, dan sebagainya) keadaan yang sebenarnya) mendengar istilah Daulah Islamiyah -negara Islam- atau khilafah Islam.

Inilah Syariat Islam

Yang terlukis dalam benak mereka adalah kekerasan, hukum yang kejam dan kenggerian yang melekat pada sistem pemerintahan dalam Islam ini. Padahal, kalau kita mau jujur dan dengan tenang meneliti, hukum-hukum yang diterapkan dalam sebuah negara Islam, maka kita mendapatkan nilai-nilai keindahan dan spirit untuk menyejahterakan kehidupan manusia secara umum.

Sudah selayaknya syariat Allah Ta’ala dijadikan sebagai acuan dasar sebuah hukum. Unsur ini adalah penopang tegaknya sebuah negara bisa disebut sebagai negara Islam. Bila ada yang memproklamirkan diri sebagai negara Islam namun acuan dasar hukum yang dipakai dalam mengatur dan mengelola pemerintahannya bukan syariat Allah Ta’ala, maka tetap tidak bisa dinamakan sebagai negara Islam.

Dalam perspektif Islam, tidak ada kekuasaan apapun yang melebihi kekuasaan Allah Ta’ala di muka bumi. Sampai kekuasaan negara pun, harus tunduk kepada Allah Ta’ala sebagai pembuat hukum syariat.

Konteksnya adalah ketundukan makhluk kepada Sang Khalik yang telah menciptakanya. Maka, hukum secara mutlak adalah hak Allah Ta’ala. Tidak ada yang boleh merebut hak ilahiah ini. Baik itu hakim, ulama, raja atau golongan-golongan elit masyarakat manapun. Allah Ta’ala adalah ilaah (sesembahan) yang ditaati hukumnya oleh seluruh makhluk, baik di langit maupun di bumi. Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman:

وهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ إِلَٰهٌ وَفِي الْأَرْضِ إِلَٰهٌ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ

Dan Dialah ilaah (yang disembah) di langit dan ilaah (yang disembah) di bumi. Dan Dia-Iah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Az-Zukhruf: 84)

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“…Keputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaanAl/ah. Diatelahmemerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. ltulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Yusuf: 40)

Indahnya Syariat Ilahi

Maka negara Islam adalah negara yang mengimplementasikan (menerapkan) hukum-hukum Allah Ta’ala dalam setiap aktivitas kenegaraannya. Di bidang budaya, militer, ekonomi, sosial, politik yang menyangkut kebijakan dalam dan luar negeri, dalam urusan pengadilan, urusan militer saat perang dan damai, terimplementasikan syariat Allah Ta’ala sebagai dasar peraturannya.

Alangkah indahnya jika negeri yang “dicintai” ini di dalamnya diterapkan syariat Islam. Syariat yang diridhoi Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Syariat yang mengatur pemeluknya dari bangun tidur sampi tidur lagi, mengajarkan untuk adil, tidak saling menimbulkan bahaya kepada orang lain, saling menghormati, saling memahami dan berbagai keindahan-keindahan yang lainnya jika syariat Islam diterapkan. Lantas, masih ragu-ragukah dengan syariat Islam!

Semoga Allah Ta’ala selalu membimbing kita dijalan-Nya, sehingga turunlah rahmat, ampunan, dan ridho-Nya di muka bumi Ini, dan terwujudlah impian dan nubuwah Nabi Muhammad Saw yang kita nanti-nantikan, amin. Wallahu Ta’ala ‘alam

Penulis : Ibnu Jihad

Editor   : Ibnu Alatas