Browse By

Syi’ah Penista Al-Qur’an Sejati

Banyak orang yang menyangka Syi’ah adalah bagian dari Islam. Padahal Syi’ah bukan bagian dari Islam. Bahkan mereka adalah sebuah agama yang giat melancarkan permusuhan kepada Islam.

Salah satu bukti bahwa Syi’ah bukan bagian dari Islam adalah pandangan mereka terhadap Al-Qur’an. Pandangan mereka terhadap Al-Qur’an sangat berbeda dengan pandangan muslimin tentang Al-Qur’an. Di antaranya dalah:

 

Al-Qur’an Tidak Bisa Dijadikan Hujjah

Syi’ah berpendapat bahwa Al-Qur’an tidak bisa dijadikan hujjah kecuali setelah dilegalisir oleh para imam Syi’ah. Muhammad bin Ya’qub al-Kulaini, Ulama besar Syi’ah, yang diberi gelar Tsiqat al-Islam berkata, “Al-Qur’an tidak dapat dijadikan hujjah kecuali dengan rekomendasi imam.” (Ushulul Kaafi, 1/188).

Pendapat seperti ini sama saja dengan mengatakan bahwa perkataan Imam Syi’ah lebih layak untuk dijadikan Hujjah ketimbang Al-Qur’an yang merupakan  firman Allah. Jelas ini merupakan penistaan terhadap Al-Qur’an.

 

Hanya Imam Syi’ah Yang Mengerti Al-Qur’an

Hurr al-Amili, salah satu ulama Syi’ah yang terkenal berakata, “Sesungguhnya Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Muhammad. Barang siapa yang menyelisihinya akan tersesat. Barang siapa yang ingin belajar ilmu Al-Qur’an selain dari Ali maka ia akan celaka.” (Wasailil Syi’ah, 18/138).

Dan masih banyak ungkapan palsu yang senada. Mereka ingin memonopoli Al-Qur’an. Seolah-olah Al-Qur’an hanya diturunkan kepada mereka.

Jelas ini adalah pelecehan dan penyesatan terhadap Al-Qur’an. Menganggap Al-Qur’an tidak dapat dipahami selain golongan mereka. Menganggap Al-Qur’an tidak meresap pada sahabat-sahat Rasulullah yang lain.

 

Para Imam Memiliki Wewenang Untuk Menghapus Al-Qur’an

Al-Kulaini berakata, “Masalah menghapus, menghususkan (takhsis) dan mengikat (taqyid) tidak lain merupakan bagian dari tugas para imam.” (Ushulul Kafi, 1/265)

Seolah para Imam memiliki hak untuk membuat syariat. Sebab mereka berhak untuk menentukan mana ayat yang harus dihapus dan mana yang dipertahankan. Tentunya sesuai dengan selera dan nafsu para imam mereka.

Terakhir, jika kaum muslimin begitu marah ketika ada seorang yang menistakan salah satu dari ayat Al-Qur’an, tentunya kaum muslimin harus lebih marah dengan kelompok yang satu ini. Sebab Syi’ah menjadikan pelecehan terhadap Al-Qur’an sebagai bagian dari aqidah mereka. (sahlan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *