Takdir Allah, Ia Masuk Islam

Jalan hidayah
Jalan hidayah
Jalan hidayah

An-najah.net – Hidayah taufik adalah hak Allah Swt. Hidayah ini tidak diberikan kepada sembarang orang, kecuali kepada orang yang mendapat rahmat Allah. Ketika mendapatkan hidayah ini harus senantiasa dijaga keistiqamahannya. Karena halangan dan rintangan dalam mengarungi samudra kehidupan itu amat banyak.

Nabi  Muhammad Saw mengatakan ada orang sejak kecil melakukan ketaatan, namun diakhir hayatnya melakukan kekafiran akhiranya masuk kedalam neraka. Ada pula orang yang sejak dulu melakukan kemaksiatan, namun diakhir hayatnya melakukan ketaatan akhirnya masuk jannah.

Ada sebuah kisah yang bisa memberikan kepada umat Islam untuk terus berdakwah. Apapun yang bisa ia lakukan. Syekh Wahid Abdus salam Bali dalam ceramahnya. Menceritakan kisah nyata yang terjadi di Mesir.

Dahulu ada seorang pemuda memanggil taksi untuk mengantar ibunya yang sakit ke rumah sakit. Mereka berdua masuk dan supir pun dengan sigap mengantarnya ke rumah sakit.

Namun, dalam perjalanan, anak itu meminta taksi dihentikan agar bisa keluar dan cepat mendapatkan beberapa obat untuk ibunya. Saat ia pergi, kesehatan sang ibu tiba-tiba menurun drastis dan subhanallah sang sopir melihat tanda-tanda kematian pada sang ibu.

Maka, dia segera pergi ke sisinya dan men-talqin-nya dengan syahadah, sesuai dengan hadits; “Barangsiapa yang kalimat terakhir dalam hidupnya adalah La illaha illallah (tiada tuhan yang hak disembah melainkan hanya Allah), maka akan masuk surga.” (HR. Abu Dawud).

Sang ibu menatap supir itu, dan akhirnya dia mengucapkan kata-kata iman sebelum nafasnya yang terakhir.

Ketika anak itu kembali, sang sopir memberitahukan berita duka itu. Si anak berteriak histeris ketika sang sopir berkata, “Jangan khawatir, saya sudah membantunya mengucapkan kalimat syahadat dan ibu anda mengucapkannya dengan suara yang jelas”.

Anak itu kemudian berseru, “Apa! Mengapa kau lakukan itu! Apakah kau tidak tahu kita ini orang nasrani!”.

Subhanallah, keajaiban takdir Allah. Kita tidak tahu dimana dan kapan akhir hanyat kita serta apa kata-kata terakhir yang keluar dari lisan kita. Ibu itu seorang kristen koptik yang berada dipenghujung hidup, namun Allah menyelamatkan sang ibu tepat pada waktunya. Semoga Allah memberikan kita husnul khatimah. Amiin.

Penulis : Anwar Ihsanuddin

Referensi : Abdullah bin Abdurahim, Golden Stories, Solo : Aqwam, 2016.