Tantangan Penerapan Syari’at Islam

Menegakkan Syari'at Islam
Menegakkan Syari’at Islam

An-Najah.net – Penerapan syari’at Islam itu adalah perintah. Menerapkan syari’at Islam itu adalah bukti ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya. Allah Swt berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah : 208)

Dalam ayat di atas, Allah memerintahkan kita sebagai umat Islam untuk masuk di dalam ajaran Islam secara sempurna, menegakkan syariat Islam di dalam seluruh lini kehidupan kita, mengislamisasikan seluruh aktivitas kita sehari-hari.

Baca Juga : Syari’at islam, Spirit Para Pahlawan

Oleh karenanya, Allah melarang kita untuk mengikuti langkah-langkah syaitan, yang terus menerus tiada henti-hentinya menghalangi manusia dari jalan Allah, menggembosi semangat penerapan syariah di dalam kehidupan bernegara, menggagalkan seluruh usaha penegakan syariah di dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kenyataannya, kita dapatkan sebagian besar umat Islam menerapkan syariat pada sisi ubudiyah saja, seperti sholat, puasa, haji, dzikir, membaca al-Qur’an, pernikahan serta zakat.

Tetapi mereka meninggalkan penerapan syariat di dalam kehidupan bernegara, ekonomi, budaya, muamalah, dan ilmu pengetahuan. Mereka memperjuangkan keshalehan pribadi tetapi mengabaikan keshalehan sosial.

Pertanyaannya adalah apa yang salah dari umat Islam ini, kenapa terjadi kesenjangan yang sangat jauh antara keshalehan pribadi dan keshalehan sosial ?  Atau dengan kata lain : kenapa penerapan syariat hanya pada sisi ibadah mahdha saja, dengan mengabaikan ibadah muamalah yang jauh lebih luas cakupannya ?

Baca Juga : Penyakit Umat Islam dan Obatnya di Akhir Zaman

Tantangan Internal dan Eksternal

Berbicara tentang penegakkan Syariat Islam, tidaklah bisa dilepaskan dari pembicaraan tentang tantangan penegakkan Syari’at, karena tidak mungkin Syari’at ditegakkan sampai tantangan dan penghalangnya disingkirkan. Dalam istilah al-Qur’an, tidak mungkin terwujud “ Islam Kaffah “ dalam kehidupan kita, sebelum kita menjauhi “ Langkah-langkah Syetan. “

Dr. Ahmad Zain An-najah pernah menjelaskan paling tidak ada dua tantangan utama di dalam penegakan Syariat di Indonesia dan negara-negara Islam lainnya.

Tantangan Pertama (Faktor Internal) : Tantangan yang terkait dengan faktor keimanan, pemikiran, dan aspek psikologis. Ini mencakup beberapa poin, diantaranya :

Pertama : Kebodohan umat akan hakikat Syariat Islam.

Kedua : Lemahnya aqidah umat Islam dan hilangnya percaya diri dan kebanggaan terhadap Islam.

Ketiga : Hilangnya kepercayaan umat terhadap tokoh-tokoh Islam yang diamanati memegang beberapa jabatan strategis.  

Keempat : Tertinggalnya umat Islam dalam ilmu-ilmu terapan dan teknologi.

Kelima : Perpecahan politik di kalangan Umat Islam.

Keenam : Kesalahan beberapa Negara dan wilayah di dalam penerapan Syariat Islam.

Ketujuh : Kefanatikan sebagian kelompok umat Islam terhadap madzhab dan kelompoknya, sehingga Islam terkesan kaku dan tidak toleran terhadap perbedaan pendapat.

Baca Juga : Refleksi Sebab Kemunduran Umat Islam

Tantangan Kedua (Faktor Eksternal) : Tantangan yang terkait dengan materi dan pengaruh luar. Tantangan ini mencakup beberapa poin :

Pertama : Hegemoni Politik dan Ekonomi Negara-negara Besar.

Kedua : Terpengaruhnya sebagian masyarakat dengan pemikiran para pengusung HAM (Hak Asasi Manusia).

Ketiga : Kuatnya pengaruh Pemerintahan Sekuler di negara-negara yang mayoritas muslim.

Keempat : Penguasaan orang-orang sekuler terhadap mass media dan menyebabkan tersebarnya paham sekulerisme di dalam kehidupan kaum muslimin.

Baca Juga : Tiga Sebab Datangnya Pertolongan Allah Swt

 

Penulis : Miqdad Abdurrahman

Sumber : www.ahmadzain.com

Editor : Anwar