Tengku Zulkarnain; KUII ke-IV Tidak Undang SYiah, Syiah Bukan Bagian dari Islam

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain
Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain

Jakarta (An-najah.net) – Hari ini merupakan hari terakhir digelarnya Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VI. Namun, sejak dimulainya acara pada Senin, (08/02) lalu terdengar nada sumbang terkait tidak diundangnya Syiah dalam acara tersebut.

Salah satunya datang dari tokoh Syiah, Muhsin Labib. Pada Sabtu, (07/02) lalu ia berkicau di akun twitternya, “MUI membatalkan undangan ke ABI (Syiah) menghadiri Kongres Umat Islam di Jateng.Hanya disini lembaga “semi” negara mmperlakukan Syiah begini.”

Lebih lanjut, Muhsin Labib bahkan menyatakan bahwa MUI hanyalah sekelompok perkumpulan agaman intoleran. “‘Umat Islam’ terlalu besar dan terlalu luas untuk dikelola oleh sebuah perkumpulan agamawan2 intoleran,” kicaunya di Twitter.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mengatakan, Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VI tidak mengundang Syiah karena Syiah bukan bagian dari Islam.

“Ahlul Bait Indonesia (ABI) dan Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) tidak diundang dalam Kongres Umat Islam. Mereka bukan bagian dari Islam,” ujar Tengku, Selasa, (10/2) seperti dikutip dari Republika.

Tidak diundangnya organisasi Syiah ke acara ini menunjukkan kalau Syiah dianggap di luar pagar. Pihak yang diundang hanya organisasi Islam. Sementara, menurut penilaian para ulama, IJABI dan ABI bukan organisasi Islam.

Di tempat terpisah, Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Muslim Jamil meminta agar Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) yang ke-VI di Yogyakarta tidak mengundang organisasi yang alirannya sesat.

“Kami akan kecewa kalau Kongres Umat Islam sampai mengundang organisasi aliran sesat. Sebab kalau mereka diundang itu sama saja mengakui mereka bagian dari Islam, berbahaya,” kata Muslim.

ANNAS meminta, para ulama di kongres memikirkan bagaimana cara menghadapi maraknya aliran sesat di Indonesia. “Jangan sampai akidah kita dirusak oleh berbagai aliran sesat itu,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, Indonesia sudah mengalami krisis akidah. Ini perlu dipikirkan para ulama dan umat Muslim di kongres.(Anwar/kiblat/annajah)