Tentara Australia di Afghanistan Kurang Siaga

4595004-3x2-940x627

 

An-najah – Laporan mengenai kematian 3 tentara Australia dalam serangan di Afghanistan mengundang kritik mengenai kemampuan pengukuran keamanan dan pengambilan keputusan ketika terjadi serangan. Wakil Kepala Pasukan Pertahanan, Marsekal Udara Mark Binskin ketika membacakan hasil laporan ini mengatakan dari hasil penyelidikan ditemukan sejumlah masalah kritis dan isu serius yang perlu ditindaklanjuti. Setidaknya, ada 22 temuan dalam laporan tersebut.

Mark mengatakan setengah dari temuan itu berkaitan dengan standar perlindungan dan pengamanan pasukan di markas sangat minimal.

“Mereka tidak mampu mengatasi situasi khusus ketika berada di markas, dan berpotensi menempatkan personil pada posisi berbahaya yang menjadikan mereka sasaran empuk, maupun mengatasi serangan musuh dan serangan dari dalam,” ungkap Mark Binskin dari laporan tersebut.

Penyelidikan tersebut menemukan sebenarnya markas tentara Australia memiliki cukup pasukan, sayangnya tidak ada pengambilan keputusan di lapangan untuk mengalokasikan pasukan untuk berjaga. Contohnya seperti yang terjadi di markas di Wahab, hanya diberlakukan piket jaga dengan satu kali pergantian.

“Keputusan untuk mengadopsi tingkap pengamanan yang santai menyebabkan pasukan Australia di yang ditempatkan di markas itu tidak berada dalam kondisi kesiapsiagaan yang cukup dan hal tersebut tidak sesuai dengan perintah penempatan pada saat itu,” Binksin menambahkan dikutip detik.com.

Kondisi tersebut membuat kemampuan tentara Australia untuk bereaksi saat terjadi serangan berkurang. Sejak 2002, tercatat sudah 40 warga Australia tewas terbunuh ketika bertugas di Afghanistan, 39 orang berasal dari Pasukan Keamanan Australia, 1 orang lagi berasal dari dari Angkatan Bersenjata Inggris. [faris/dtk]