Tentara Iran Masuk ke Lattakia

Tentara Iran Pasukan Tentara Iran

Lattakia,An-Najah.net- Pasukan tentara Garda Revolusi Iran beberapa hari terakhir ini, 1.500 tentara Iran telah masuk ke kota Slanfah di pedesaan Lattakia. Diharapkan pasukan tentaran Garda Revolusi Iran ini mampu memegang kendali dpertempuran di Propinsi Suriah yang basis utama dan pendukung Bashar Asad. Demikian dilansir dari al-Jazera, Ahad (29/5).
Lebih lanjut di sebutkan, bahwa ratusan tentara Iran akan mengambil alih pos-pos militer yang dikelola militer Suriah, milisi Pertahanan nasional dan milisi syiah Hizbullah di Lattakia. Selain itu, kehadiran tentara asing itu bertujuan melandarkan serangan besar-besaran di wilayah Jabal Akrad yang sebagian dikontrol mujahidin. Operasi itu demi melindungi para pengikut Alawi yang saat ini ketakutan seiring kemenangan besar mujahidin di provinsi Idlib, yang berdampingan dengan Lattakia.
Santernya pemberitaan yang dilansir halaman-halaman online oposisi dan pro rezim Suriah bahwa Jenderal Iran yang menangani operasi luar negeri, Qasim Sulaimani berada di Lattakia. Sulaimani terlihat berada di front Qimmah Nabi Yunus pada Sabtu malam, memantau pasukan yang berjaga.
Seorang komandan pejuang, Abu Jamil mengonfirmasi bahwa pejuangnya melihat yang berjaga di front melihat Sulaimsn tengah memeriksa pasukan rezim.
Al-Jazeera belum bisa mengonfirmasi keakuratan informasi ini. Pasalnya, kabar kedatangan ratusan tentara Suriah ke Lattakia itu mayoritas berbahasa Persia. Dan juga, sejumlah tentara Iran memang berada di Lattakia sejak beberapa bulan lalu.
Provinsi Lattakia adalah kampung halaman Bashar Assad dan basis pendukungnya. Mayoritas penduduknya berkeyakinan Alawi. Milisi lokal Shabihah dan Pertahanan Nasional yang mendukung rezim memerangi rakyat Suriah bermarkas di provinsi pesisir itu.
Sarang para pendukung Bashar Assad itu kini dalam ancaman serangan mujahidin, setelah berhasil membebaskan seluruh provinsi Idlib. Posisi mujahidin hanya berjarak 30 kilometer dari ibukota Alawi di provinsi tersebut. (mm- An-najah)