Teori Evolusi Makin “Ditentang” di Turki

Sejumlah situs internet yang mendukung teori evolusi baru-baru ini dianggap tidak layak bagi anak-anak oleh dewan pengawas internet Pemerintah Turki.

“Pihak berwenang berusaha membangun satu pandangan dan satu moralitas yang harus dianut kelompok muda generasi kita,” ujar Yaman Akdeniz, pakar kebebasan internet pada Universitas Bilgi di Istanbul, dikutip Voice of America (VoA), Ahad, (25/12/2011).

Hasilnya adalah kecaman-kecaman yang dilancarkan oleh media dan kalangan akademisi. Segera setelah itu, pihak berwenang mengizinkan kembali situs-situs itu, dengan menyatakan larangan itu ”salah tulis.” Tetapi, menurut laporan media baru-baru ini, situs-situs evolusi masih diblokir di sekolah-sekolah.

Kontroversi itu bukan hanya terbatas pada internet. Profesor Asli Tolon, pakar biologi molekuler pada Universitas Bosphorus, mengkaji perubahan-perubahan yang diadakan dalam pendidikan tentang evolusi di sekolah-sekolah.

Tolon mengatakan teori evolusi semakin ditentang oleh pihak-pihak yang menyatakan dunia diciptakan Tuhan.

“Bagian ini menjelaskan bagaimana kehidupan berevolusi. Bagian ini benar-benar ilmiah, tetapi setelah itu, mulai dibicarakan penciptaan, pandangan tentang penciptaan, yang seharusnya tidak boleh ada dalam buku ilmiah, karena ini adalah pandangan agamis,” ujarnya.

Tolon mengatakan perubahan seperti itu semakin dirasakan oleh para siswa.

“Mereka kadang-kadang punya pemikiran bahwa saya berusaha mengajarkan pandangan-pandangan saya sendiri. Tetapi ini bukan pemikiran saya, karena evolusi adalah salah satu teori dasar,” ujarnya lagi.

Mustafa Akyol, kolumnis dan penulis masalah keagamaan, mengatakan teori-teori alternatif tentang evolusi bisa diterima dalam pendidikan.

“Ada sebagian fakta ilmiah dalam alam yang menunjuk kepada adanya mahluk cerdas yang bukan bagian dari alam, mahluk ini mungkin Tuhan. Ini tidak bisa menjadi alasan menampik kenyataan, hanya karena penjelasan itu selaras dengan agama. Saya rasa pendidikan ilmiah yang objektif harus menerima teori evolusi Darwin dan juga kecaman-kecaman atas teori evolusi Darwin,” papar Akyol.

Para guru di Turki sekarang semakin terjepit di tengah perdebatan yang mendalam.

Serikat guru utama Turki kerap mengeluhkan bahwa para guru sains semakin sering menghadapi intimidasi oleh kementerian pendidikan, pihak berwenang setempat yang dikuasai oleh Partai AK yang berkuasa dan bahkan para orangtua yang sangat agamis (Islam).

Pemerintah Turki menepis pernyataan-pernyataan itu. Tetapi seorang guru, yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan semakin sulit mengajarkan teori evolusi.

Bagi para guru yang mendukung teori evolusi di sekolah-sekolah Turki, mereka nampaknya berada di garis depan dalam perdebatan yang terus berlangsung untuk menguasai cara berpikir generasi muda negeri itu.*