Teroris Muncul Karena Pergantian Kapolri?

Jenderal Polisi Timur Pradopo akan pensiun pada 2014
Jenderal Polisi Timur Pradopo akan pensiun pada 2014.

JAKARTA (an-najah) – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra mengatakan munculnya kembali terduga teroris diduga tidak hadir dengan sendirinya. “Publik biar melihat, biasanya ada momen tertentu,” ujar Indra di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2013).

Indra melihat, munculnya kembali terduga teroris yang dilumpuhkan oleh Detasemen Khusus 88 Anti-Teror (Densus 88) di sejumlah lokasi tersebut lantaran adanya isu pergantian Kapolri.

“Saya berharap isu pergantian Kapolri tidak berhubungan dengan penangkapan para terduga teroris. Mudah-mudahan itu tidak terkait agenda pergantian Kapolri,” kata Indra, seperti dilansir dari solopos.

Seperti diketahui, pada April 2013 mencuat isu pergantian Kapolri yang kini dijabat oleh Jenderal Polisi Timur Pradopo dari lingkungan Istana. Hal itu lantaran Timur akan mencapai masa pensiunnya pada 2014. Mencuatnya rencana pergantian Kapolri tersebut dinilai banyak kalangan, khususnya Komisi III DPR RI dapat mengganggu internal Polri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Densus 88 melakukan penangkapan di sejumlah lokasi sejak Selasa (7/5/2013). Lokasi tersebut antara lain Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung, Kendal, dan Kebumen. Total terduga teroris yang diringkus sebanyak 20 orang, dan 7 orang di antaranya tewas. Penangkapan kemudian berlanjut di Lampung sebanyak empat terduga teroris.
Dari serangkaian penangkapan itu, Densus 88 juga menyita sejumlah senjata api, bom rakitan, hingga uang tunai. Polisi menuding pimpinan kelompok ini adalah Abu Roban alias Untung alias Bambang Nangka. Abu Roban juga disebut terlibat perampokan di BRI Batang, Jawa Tengah.

Abu Roban dikait-kaitkan dengan DPO Poso yang saat ini paling dicari Densus 88, yakni Santoso. Abu Roban wafat ditembak dalam penangkapan di Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/5/2013). [fajar/an-najah]