Tiar Anwar; Kemerdekaan Hakiki, Merdeka dari penghambaan kepada makhluk

Sejarawan Dr. Tiar Anwar Bachtiar
Sejarawan Dr. Tiar Anwar Bachtiar
Sejarawan Dr. Tiar Anwar Bachtiar

Bekasi (An-najah.net) – Sejarawan Dr. Tiar Anwar Bachtiar menyebut bahwa kemerdekaan sesungguhnya bagi umat Islam adalah ketika terlepas dari penghambaan kepada makhluk. Termasuk, tak menjadi budak musuh-musuh Islam.

“Sebagai umat Islam kita harus mewujudkan makna kemerdekaan yang hakiki menurut pengertian Islam,” kata Tiar kepada Kiblat.net, Rabu (17/08) di Bekasi.

“Dalam Islam yang disebut kemerdekaan hakiki itu adalah ketika kita merdeka dari penghambaan makhluk, jadi kita tidak menjadi budak apapun. Tidak jadi budak diri sendiri, budak harta benda, budak uang, apalagi budak musuh-musuh Islam baik Yahudi maupun Nashrani,” terangnya.

Merdeka dalam pandangan Islam adalah ketika manusia menjadi hamba Allah, budaknya Allah Subahana wa Ta’ala. Jadi bagi umat Islam, mewujudkan kemerdekaan itu artinya dia harus berjuang untuk menegakkan Islam dengan sesungguh-sungguhnya.

“Jadi ketika Islam ditegakkan dalam diri kita, dalam masyarakat, keluarga, masyarakat, maka di situlah kemerdekaan itu akan terwujud,” ujar doktor sejarah lulusan Universitas Indonesia itu.

Jika hanya mengartikan kemerdekaan secara fisik, maka nantinya umat Islam hanya akan memindahkan perbudakan. Tiar mencontohkan dalam sisi politik dan ekonomi, dulu Indonesia dijajah oleh Belanda. Sementara saat ini yang menjadi penjajah adalah Amerika. Sehingga, arti kemerdekaan tak akan pernah selesai jika hanya melihat dari sisi ekonomi dan politik semata.

Untuk itu, lanjut Tiar, umat Islam harus menjalankan Islam secara paripurna. Dalam konteks mengisi kemerdekaan Indonesia, umat Islam wajib menegakkan ajaran Islam secara paripurna di Indonesia, dengan aturan yang berlaku di Indonesia.

“Tapi kita harus waspada bahwa ketika kita ingin mewujudkan kemerdekaan yang hakiki itu pasti aka nada musuh, musuh dari luar itu Yahudi dan Nashrani. Musuh dari dalam, kebodohan umat Islam. Ummat islam yang tidak mengerti pengertian kemerdekaan yang hakiki,” ujarnya.

Tiar menjelaskan bahwa sebenarnya umat Islam sendiri memiliki banyak aturan, tapi banyak pula aturan yang tidak bisa dilaksanakan di Indonesia. Dia pun menyebut aturan Islam yang mengharamkan riba, zina dan meminum khamr. Namun, pada kenyataannya belum ada larangan tegas terkait hal itu.

“Artinya negara tidak berpihak ajaran Islam, dan ketika umat Islam ingin menegakkan itu tidak bisa,” pungkasnya.

Editor : Anwar

Sumber : kiblat