Tiga Contoh Kepemimpinan Dalam Surat Al Baqarah

Ilustrasi kepemimpinan
Ilustrasi kepemimpinan

An-Najah.net – Tujuan utama surat Al Baqarah adalah pengangkatan Khalifah di bumi. Oleh karena itu, bagi pembaca surat Al Baqarah, sadarilah bahwa anda bertanggung jawab atas bumi dan ketahuilah bahwa surat ini manhajnya.

Setiap orang yang membaca surat Al Baqarah semestinya paham bahwa setiap ayat menuntutnya melaksanakan fungsi sesuai dengan maksud penciptaannya. Yaitu bertanggung jawab melakukan perbaikan, memakmurkan, dan membimbing bumi.

Semestinya manusia mengetahui bahwa tanggung jawab inilah yang menjadikanya tidak gagal dalam kehidupannya. Oleh karena itu, ia berupaya membimbing umat manusia sehingga mencapai sukses dalam hidupnya. Semua itu akan tampak ketika anda membaca surat Al Baqarah. (Amru Khalid, Khawatir Qur’aniyah Nazharat fii ahdafi suwari Qur’an, Hal : 17)

Tiga Potret Kepemimpinan

Ada tiga potret kepemimpinan dalam surat al Baqarah.

Pertama, Kepemimpinan yang dilakukan Nabi Adam As.

Ini merupakan sebuah persiapan dan pemberitahuan. Pertentangan antara Iblis dengan nabi Adam As dimaksudkan untuk mendeklarasikan permulaan kepemimpinan Nabi Adam beserta keturunannya di muka bumi.

Kedua, Kepemimpinan Bani Israil.

Ini merupakan contoh kepemimpinan yang gagal. Mereka adalah sekelompok manusia yang memikul tugas kepemimpinan dan gagal dalam melaksanannya.

Surat Al Baqarah menyebutkan kesalahan-kesalahan mereka, bukan untuk mencaci, tetapi untuk mengingatkan umat yang nantinya akan mengganti kepemimpinan dunia dengan pesan, “Berhati-hatilah dalam memimpin!, jangan terjerumus kedalam kesalahan sebagaimana yang dialami umat sebelum kalian”.

Ketiga, Kepemimpinan Nabi Ibrahim As.

Allah Swt menampilkan contoh kepemimpinan yang sukses. Yaitu kepemimpinan nabi Ibrahim As. Nabi Ibrahim ini seorang pemimpin yang berhasil dalam menghadapi berbagaimana ujian. Beliau berhasil melaksanakan perintah-perintah itu dengan sempurna. Sehingga beliau menjadi nabi pilihan yang dijadikan pemimpin panutan bagi umat ini.

Dari tiga potret kepemimpinan diatas. Urutan seperti ini sungguh rasional. Dimulai dari Nabi Adam As dengan contoh kepemimpinan yang pertama. Diantara keduanya diceritakan sebuah contoh yang gagal, bani Israil, agar menjadi peringatan dan pelajaran untuk umat yang akan datang. Kemudian kita mengambil pelajaran dari nabi Ibrahim yang sukses dalam memimpin.

Menjadi Pemimpin Karena hafal Al Baqarah

Nabi SAW pun lebih mempercayai orang yang memiliki hafalan Alquran paling banyak sebagai pemimpin. Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surah apa yang kau hafal?

“Aku hafal surah ini.. surah ini.. dan surat Al Baqarah.”

“Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. ‘’Benar,’’ jawab Shahabi

Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR At-Turmudzi dan An-Nasai).

Penulis : Anwar Ihsanuddin S.Pd

Editor : Abu Khalid