Tiga Syarat GIDI, Jika Umat Islam Tolikara Ingin Idhul Adha

Masjid dan sejumlah kios milik umat Islam di Tolikara dibakar oleh massa GIDI (Suara-islam)
Masjid dan sejumlah kios milik umat Islam di Tolikara dibakar oleh massa GIDI (Suara-islam)

Jakarta (An-najah.net) – Kasus pembakaran masjid dan kios umat islam di Tolikara ketika hari raya Idhul Fitri belum hilang dari ingatan kaum muslimin.

Saat ini Hari raya Idhul Adha sebentar lagi akan tiba. Namun kebebasan untuk menjalankan ibadah bagi umat Islam di Tolikara masih menemui sandungan.

Pihak Gereja Injili di Indonesia (GIDI)  belum bisa memberikan jaminan dalam menjalankan sholat Idhul Adha di Tolikara. Mereka akan memberikan jaminan dengan memberikan tiga syarat.

Hal ini sebagaimana disampaikan Ali Muchtar, Ia mengatakan dalam pertemuan dengan pihak GIDI mereka meminta tiga syarat jika kaum muslimin ingin berlebaran Idhul Adha.

“Pertama, mereka minta nama baik Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dibersihkan,” ungkap tokoh Islam Karubaga, Kabupaten Tolikara ketika dihubungi kiblat.net.

Ia menambahkan, pasalnya pihak GIDI sejak meletusnya tragedi Tolikara pada saat perayaan Idhul Fitri, nama GIDI menjadi kurang baik.

Kedua, GIDI minta dua tersangka yang ditangkap oleh Polda Papua segera dibebaskan. Ketiga, GIDI minta kasus ini diselesaikan secara adat, tidak menggunakan hukum positif.

“Jika ketiga hal itu dipenuhi, barulah kaum muslimin bisa berlebaran. Tapi jika tidak dipenuhi maka mereka tak bisa memberikan jaminan.” Ujarnya.

Meskipun demikian, Muchtar menegaskan, bahwa menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan meminta pihak GIDI menhormati bahwa dalam tragedi Tolikara semua sama di mata hukum. Sehingga, hukum positif tetap berjalan sebagaimana mestinya. (Anwar/annajah).