Tinggalkan Syubhat, Allah Ganti Harta Berlipat

Suratmi, istri al marhum Siyono serahkan dua gepok uang ke PP Muhammadiyah
Suratmi, istri al marhum Siyono serahkan dua gepok uang ke PP Muhammadiyah
Suratmi, istri al marhum Siyono serahkan dua gepok uang ke PP Muhammadiyah

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad)

Hadits diatas menunjukkan janji Allah yang luar biasa. Ketika seseorang mau meninggalkan sesuatu yang haram atau syubhat benar-benar Allah Swt akan mengganti yang lebih baik. Kejadian ini, terbukti apa yang terjadi pada ibu Suratmi.

Suratmi, istri al marhum Siyono merupakan wanita yang teguh dalam memegang prinsip agama Islam ini. Meskipun ia ditinggal mati tulang punggung keluarganya, Siyono. Dimana kematiannya menyimpan banyak misteri.

Ibu dari lima anak ini, tidak mau menjual kebenaran dengan dua gepok uang berisi seratus juta rupiah. Ibarat uang itu seperti uang tutup mulut. Namun, Kebenaran itu tidak bisa ditutupi atau dibeli.

Istri siyono ini mengatakan “Katanya satu bungkus untuk santunan dan satu bungkus untuk pemakaman,” ujar Suratmi. Uang itu merupakan uang syubhat dari pemberian Densus 88 pasca kematian suaminya. Walaupun dengan berbagai macam alasan seperti uang kemanusian.

Guru TK ini tetap berusaha mencari keadilan atas kematian suami tercinta. Dengan bantuan PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah berupaya mengungkap kematian sang imam masjid ini. Ia ditangkap Densus 88 dalam keadaan sehat wal ‘afiat dikembalikan sudah menjadi mayat.

Namun, Ujian demi ujian silih berganti. Ketika team dokter Muhammadiyah hendak melakukan otopsi atas permintaan Suratmi. Ia malah mendapat tekanan dari aparat desa, bahkan mereka mengancam akan mengusir dan kalau jadi otopsi sang suami tidak boleh dikuburkan kembali kemakamnya semula.

Walaupun pasca otopsi juga tidak terjadi apa yang diancamkan itu. Namun realitasnya masyarakat malah ikut gotong royong dan membantu dengan memberikan makanan kepada yang bekerja membongkar makam itu.

Setiap musibah disitu ada hikmah. Salah satu Asmaul Husna Allah Swt adalah Ar Razaq. Allah swt telah menjamin rezeki kepada tiap hamba-hambanya. Bahkan binatang melata saja juga dijamin rezekinya oleh Allah swt.

Rasa empati dan simpati kepada suratmi mengalir seperti air mengalir. Ini menjunjukkan gambaran seorang mukmin seperti satu tubuh. Ketika ada satu tubuh satu yang sakit bagian tubuh lainya akan ikut merasakan sakitnya. Bahkan ikut juga berusaha menghilangkan rasa sakit itu.

Ternyata ia berjuang untuk mendapatkan keadilan tidak sendirian. Dukungan secara moral dan materi datang silih berganti. Bahkan melebihi apa yang diberikan oleh densus 88.

Sebenarnya siapa sih yang mau diganti suaminya dengan 100 juta. Apalagi ia mempunyai anak-anak yang masih kecil lagi belia. Dimana mereka masih membutuhkan belaian kasih sayang sang bapaknya.

Tentu sebagai wanita shalihah tidak rela kejadian itu menimpa pada dirinya. Tetapi apa yang ditakdirkan Allah pasti terjadi. Sehingga ia hanya bisa mengatakan qadarallah wa maasyaa fa’ala. Semoga Allah memberikan ketabahan dan kesabaran keluarga siyono dalam menghadapi musibah ini.

Kejadian ini memberikan sebuah inspirasi sebagai seorang mukmin harus yakin rezeki itu sudah dijamin Allah. Meskipun berat dalam mengarungi samudra kehidupan ini. Jangan sampai menjerusmuskan diri kedalam perkara haram atau syubhat.

Yakinlah akan janji Allah. Allah benar-benar akan menolong hambanya yang mau menolong agama Allah. Allah juga akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka kepada orang-orang yang bertaqwa. Tugas kita berusaha Allah yang menentukan akhirnya. (Abu Mazaya, Aktivis dakwah Islam Surakarta)