Tingkatkan Keyakinan (al-Yaqin)

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

An-Najah.net– Imam Ibnul Qayyim RHM menjelaskan, “Keyakinan itu adalah salah satu manzilah (tangga/level) dalam menempuh shirotul mustaqim dan kedudukan yang tinggi dalam perjalanan ubudiyyah kepada Allah SWT. Kedudukannya dalam iman, ibarat ruh bagi jiwa.” (Madarij, 2/374)

Saudara bisa membayangkan jika sebuah jasad tanpa ruh. Ia hanya kumpulan mayat, yang keberadaannya hanya mengganggu kehidupan. Tempat terbaiknya adalah kuburan.

Orang-orang yang menempuh perjalanan ubudiyyah bertingkat-tingkat kedudukannya sesuai keyakinan yang mereka miliki. Dan kepasarahan kepada Allah, spirit beribadah pun sangat ditentukan oleh besar-kecilnya al-Yaqin.

Jika al-Yakin (keyakinan) ini sudah berpadu dengan  sabar pada diri seorang muslim, maka pada orang tersebut telah memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin, teladan, dan tokoh yang akan dicatat dengan baik oleh tinta sejarah.

{وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ} [السجدة: 24]

“Dan kami jadikan diantara mereka sebagai pemimpun yang akan memberi petunjuk dengan perintah kami, yaitu tatkala mereka bersabar dan meyakini ayat-ayat kami.”

Bahkan kafir-pun meraih kedudukan, kemenangan dan kesejahteraan dengan modal yakin. Jika bukan keyakinan terhadap potensi dirinya, niscaya Napoleon tidak akan menjadi panglima agung dalam sejarah salib. Demikian juga Columbus.

Maka, saudaraku, tumbuhkan semangatmu dalam dirimu. Engkau akan merasa nikmat dalam beribadah, engkau akan memiliki energy yang berlipat-lipat untuk beribadah dan menghamba kepada Allah SWT.”

begitu urgennya keyakinan dalam beribadah kepada Allah SWT, dan memperjuangkan dien Allah SWT, Rasulullah SAW mengajarkan sebuah do’a yang dianjurkan untuk dibaca saat bermunajat kepada Allah SWT. Atau ketika selesai bermajelis.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Jarang sekali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bangun untuk bubar dari sebuah majlis, sampai beliau membaca doa berikut ini untuk orang-orang yang duduk bersama beliau:

 

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ اليَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا، وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا

“Ya Allah, karuniakanlah kepada kami sebagian rasa takut kepada-Mu yang bisa mencegah kami dari berbuat maksiat kepada-Mu.

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami sebagian ketaatan kepada-Mu yang bisa mengantarkan kami kepada surga-Mu.

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami keyakinan yang bisa meringankan bagi kami musibah-musibah dunia yang kami alami.

Ya Allah, karuniakanlah kenikmatan kepada kami dengan pendengaran, penglihatan dan kekuatan kami selama kami masih hidup, dan akhirilah kehidupan kami dengan kenikmatan pula.

Timpakanlah pembalasan kami kepada orang-orang yang menzalimi kami

Menangkanlah kami atas orang-orang yang memusuhi kami

Janganlah Engkau menimpakan musibah kami terjadi pada urusan agama (iman) kami

Janganlah Engkau menjadikan dunia sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak ilmu kami

Dan janganlah Engkau menjadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami sebagai pemimpin yang berkuasa atas kami.”

(HR. Tirmidzi no. 3502, An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra no. 10161, Al-Bazzar no. 5989, Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Ash-Shagir no. 866, Al-Hakim no. 1934 dan lain-lain. Al-Hakim berkata: hadits shahih. At-Tirmidzi berkata: hadits hasan)

Semoga Allah SWT mengenugerahkan keyakinan kuat dalam jiwa kita. Sehingga apapun musibah yang menimpa kita menjadi ringan. Kita pun bisa menikmati setiap langkah, bahkan derita fi sabilillah. Aamiin Ya Robbal ‘Aalamiin.* (Akrom Syahid)