Tokoh Ahlus Sunnah Iran, Meminta Pembatalan Eksekusi 26 Pemuda Islam

2309201371531An-Najah.net- Setelah pemberitaan Empat warga sunni Iran di eksekusi oleh Pemerintahan Baru Iran, Hasan Rauhani, di penjara Ghezel Hesar, Teheran. Kini kembali pemerintahan yang menganut sekte Syi’ah Rafidhah sebagai madzhab resminya, mengumumkan akan mengeksekusi sebanyak 26 pemuda Sunni Kurdi.

Rencana eksekusi ke 26 pemudai Kurdi di penjara Raja’I Syahr  yang terletak di sebelah utara Ibu kota Teheran ini ditentang oleh banyak ulama ahlu sunnah. Salah satunya, tokoh masyarakat Sunni, Syaikh Maulvi Abdul Hameed Imam Sunni di kota Zahedan, Baluchistan.

Syaikh Hameed melayangkan surat protes kepada pemegang otoritas tertinggi sekte Syi’ah yaitu, Ali Khameini. Beliau meminta kepada pemegang otoritas tertinggi sekte Syi’ah ini, untuk membujuk pemerintahan Iran agar membatalkan eksekusi tersebut.

Dalam situs beritanya, Syaikh Hameed, menyatakan, jika eksekusi ke 26 pemuda yang tidak didasari alasan dan tindakan kriminal yang jelas itu tetap dilaksanakan, dikhawatirkan akan ada efek negatif bagi pemerintahan Iran, baik di dalam maupun di luar negeri.

Syaikh Hameed juga menambahkan, bahwa rakyat Iran sudah bosan hidup dibawah kebohongan pemerintahan Iran. Kebohongan ini telah terjadi di periode pemerintahan sebelum Rauhani.

Sebelumnya, Amnesty International telah mengeluarkan pernyataan Jumat lalu di mana ia menyatakan keprihatinan tentang persetujuan Hakim Agung di Iran atas pelaksanaan hukuman mati 4 dari kaum Sunni, beberapa hari yang lalu. Amnesty Internasional, menyatakan bahwa petugas keamanan memaksa mereka untuk membuat pengakuan palsu dibawah tekanan, siksaan dan tanpa didampingi tim pembela.* (Akrom/alm)