Tolak Sentimen Anti-Pashtun, Ratusan Orang di Afghan Unjuk Rasa

Aksi tolak sentimen Anti-pasthun yang dimotori oleh Iran-Pakistan. SAbtu (18/05)
Aksi tolak sentimen Anti-Pasthun yang dimotori oleh Iran-Pakistan, Sabtu (18/05)

JALALABAD (an-najah) – Ratusan orang di timur Jalalabad, Sabtu (18/05) menggelar aksi protes terhadap apa yang mereka sebut konspirasi anti-Pashtun yang dimotori oleh Pakistan dan Iran.

Partai Gerakan Rakyat, mengadakan aksi pawai damai di antara kantor polisi distrik keempat dan Pashtunistan Square. Mereka meneriakkan yel-yel “Mampuslah Pakistan,” Mampuslah Iran” dan “kematian bagi pemerintah Afghanistan yang korup”.

Para pengunjuk rasa menyerukan suku Pashtun untuk bangkit dan mencegah konspirasi terhadap mereka. Salah satu koordiantor aksi, Roohullah Isazai, mengatakan plot anti-Pashtun akhir-akhir ini telah mulai muncul ke permukaan.

“Pashtun bukanlah teroris, mereka tidak membunuh orang. Mereka membenci perang, Mereka telah menjadi korban dari plot internasional yang dimotori oleh penguasa negara-negara tetangga,” katanya, menuduh keterlibatan pemerintah Afghanistan yang korup.

Isazai mengatakan Garis Durand ini tidak dapat diterima rakyat Afghanistan sebagai perbatasan internasional dan Pakistan harus melupakan pengakuan.

Ia mengatakan aksi pawai yang berlangsung dua jam itu bertujuan untuk mengutuk pembunuhan warga Afghanistan oleh penjaga Iran di awal bulan. Dia menambahkan konspirasi anti-Pashtun dimulai setelah konferensi Bonn pada tahun 2001.

Peserta lain, Aleem Farahi, mengatakan Pakistan menyerang wilayah Afghanistan dan Iran membunuh warga Afghanistan, namun pemerintah di Kabul tidak pernah mengambil tindakan serius untuk mencegah kekejaman tersebut.

“Kami telah dibiarkan tanpa pilihan, maka kami akan mengambil senjata untuk membela tanah kami,” katanya, sembari menuduh  banyak pembantu dekat Presiden Karzai yang mendukung negara-negara tetangga dalam tindakan mereka melawan Afghanistan.

Para demonstran juga meneriakkan slogan-slogan menentang Hakim Shujaee, yang telah dituduh membunuh lebih dari seratus Pashtun di provinsi Uruzgan pusat. [hilal/an-najah]