TPM Datangi Komnas HAM Adukan Sejumlah Pelanggaran Oleh Kepolisian

TPM beserta korban pelanggaran HAM dan pelecehan parat negara tengah diterima komisioner Komnas HAM
TPM beserta korban pelanggaran HAM dan pelecehan petugas kepolisian  diterima komisioner Komnas HAM

JAKARTA (an-najah) – Tim Pembela Muslim (TPM) beserta rombongan mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) untuk mengadukan sejumlah pelanggaran HAM dan pelecehan seksual yang dilakukan aparat negara terhadap keluarga korban penangkapan Detasemen Khusus (Densus) 88 dan istri dari para narapidana kasus terorisme

“Kami melaporkan tindakan berlebihan aparat Rumah Tahanan yang menyuruh membuka celana dalam istri-istri para tahanan saat besuk, kedua kami mengadukan proses penangkapan yang seringkali tidak memperhatikan sisi kemanusiaan bagi keluarga,” kata Koordinator TPM, Achmad Michdan di di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary No. 4B, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (23/8/2013).

Michdan berharap Densus 88 dalam penangkapan bersikap bijak dan tidak mempertontonkan senjata api di depan anak-anak, serta tidak memenuhi prosedur formal penangkapan yang kali ini terjadi pada istri dan keluarga Iswahyudi tertuduh teroris yang ditangkap di Bekasi.

“Seringkali Densus 88 ketika diminta surat penangkapan mengabaikannya,”ucap Michdan seperti dilansir dari Kiblatnet.

Selain itu, kedatangan TPM beserta rombongan untuk mengadukan tindakan melanggar HAM petugas rumah tahanan terhadap Nurmalasari alias Inong istri dari terpidana kasus terorisme Sofyan Sauri.

“Kita juga melaporkan tindakan pelarangan menggunakan hijab ke istrinya Sofyan Sauri di tahanan,” tutur Michdan.

Lebih dari itu, Michdan juga menyampaikan ke Komnas HAM permintaan dari tujuh keluarga tertuduh teroris untuk meminta kejelasan alasan penembakan terhadap keluarga mereka.

Menurut Michdan, kasus pelanggaran HAM dan tindakan berlebihan yang dilakukan oleh Densus 88 tidak terhitung oleh jari, apa yang dilaporkan hanyalah sedikit dari yang diungkapkan.

“Kasus pelanggaran cukup banyak, ini hanya baru yang dilaporkan saja,” imbuhnya.

TPM juga mengaku sedang berupaya mencari informasi atas nasib beberapa korban penangkapan yang dinilai tidak terkait dengan kasus tersebut.

“Kita sedang mencari kejelasan nasib pekerja-pekerja Nurmalasari dan Iswahyudi yang ikut ditahan ,” tandasnya.

Dalam proses pengaduan tersebut, nampak beberapa wanita bercadar ikut serta bersama TPM diantaranya, ialah Ummu Nausah, Umi Latif dan Ahmah Nabilah selaku korban pelecehan petugas sipir tahanan saat membezuk, serta Sukinah, Istri dari Iswahyudi yang ditangkap di Bekasi dengan tuduhan terorisme. (fajar/kiblat.net/an-najah)