Tuntunan RasulullahSAW dalam Tarawih

Sholat-Tarawih

An-Najah.net – Dalam rangka mencari pahala pada bulan Ramadhan, Rasulullah SAW tidak menyia-nyiakan waktu malamnya.Beliau melakukan shalat tarawih dengan penuh khusyu’.Beliau memanjangkan shalatnya.

Sahabat Nu’man bin Bisyr RA mengisahkan, pernah beliau melaksanakan shalat malam (tarawih) bersama Rasulullah SAW. Beliau memanjangkan shalatnya hingga menjelang waktu sahur.Padahal beliau shalat tidak lebih dari sebelas atau tiga belas rekaat.(HR.  An-Nasa’iy dan Bukhari)

Namun Rasulullah SAW tetap menganjurkan para imam untuk meringankan bacaannya.Sebab, besar kemungkinan diantara jama’ah ada yang sudah tua, sakit, anak-anak atau memiliki keperluan yang mendesak. Dikhawatirkan, shalat yang panjang akan membuat mereka terbebani. Sehingga semangat untuk tarawihberjama’ah akan mengendor. Padahal pahala shalat bersama imam sama dengan shalat semalam suntuk. (HR. Tirmidzi).

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda,

“Siapa yang mengimami shalat, maka hendaklah ia meringankannya.Sebab diantara mereka ada yang lemah, sakit, maupun orang tua.Jika ia shalat sendiri, hendaklah ia memperpanjang shalat, sesuai kemauannya.” (HR. Bukhari)

Sunnah beliau ini diikuti oleh para sahabat sesudahnya. Pada masa Umar RA, umar memerintahkan Ubay bin Ka’b dan Tamim Ad-Dariy untuk menjadi imam tarawih. Keduanya terkadang mengimami dengan bacaan yang panjang.Begitu panjangnya, ada diantara sahabat yang bersandar pada tongkat. Demikian juga pada masa Utsman bin Affan RA, (SunanKubro, 2/496)

Penulis : Akrom Syahid

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 104 Rubrik Tema Utama

Editor : Anwar