Konsekuensi Perjuangan, Antara Ulama Dan Ikan

Ilustrasi, Ulama dipisahkan dengan Ummat
Ilustrasi, Ulama dipisahkan dengan Ummat
Ilustrasi, Ulama dipisahkan dengan Ummat
Ilustrasi, Ulama dipisahkan dengan Ummat

An-Najah.net – Ulama dan Ummat itu tidak bisa dipisahkan. Ibarat ikan dengan air, keduanya saling memberikan manfaat dan saling membutuhkan. Apalagi dalam perjuangan ummat itu membutuhkan bimbingan ulama.

Ketika air itu diam dan tidak ada ikannya tentu akan bau dan banyak mengandung sumber penyakitnya. Namun, dengan adanya ikan itu terjadi gerakan dalam air sehingga jentik-jentik dalam air akan hilang dan air pun akan menjadi jernih.

Demikian pula, Ulama Rabbani senantiasa memberikan arahan dan mengingatkan kepada ummat. Dakwah, amar makruf nahi munkar dan jihad membutuhkan ulama. Dengan bimbingan ulama akan tersingkap siapa kawan dan lawan.

Namun, dalam perjalanannya ada pihak yang tidak suka bersatunya ulama dengan ummat. Usaha bujukan, rayuan, dan iming-iming dunia diberikan kepada ulama. Ketika tidak bisa dengan cara halus ditempuh cara yang kasar dengan cara kriminaliasi ulama. Tujuannya hanya satu pisahkan ulama dengan ummat.

Ketika ulama sudah terpisahkan dengan ummat. Ummat ini akan dengan mudah disesatkan dan dihancurkan. Meraka ibarat seperti makan yang diserang dari berbagai macam arah. Berbagai isme menyerang mereka Sekulerisme, Liberalisme, Pluralisme atau dikenal dengan Sipilis. Tentu ini membayakan ummat ini. Mereka dinina bobokkan dengan janji-janji palsu. Mereka didesain lebih cinta dunia melalaikan akan kehidupan akhiratnya. Sehingga mereka mengidap penyakit Wahn.

Sementara ulama, ketika dikriminalisasi akan dibunuh secara perlahan-lahan. Ulama akan diasingkan dari kehidupan dengan ummatnya. Seperti ikan yang dipisahkan dari airnya. Ikan akan mengalami ujian berat hingga akhirnya mati.

Ummat yang cerdas harus bisa mengambil pelajaran dari sejarah masa lalu. Kita sebagai ummat Islam jangan mau dipisahkan dengan ulama. Dahulu Bangsa penjajah senantiasa berusaha memisahkan ummat ini dari ulama’nya. Kita tahu pangeran Diponegoro, Kyai Mojo, Imam Bonjol mereka ditangkap dan diasingkan. Mereka dipisahkan dengan ummatnya, sementara ummatnya dijajah dan akhirnya teranianya.

Ulama senantiasa memberikan pembelaan kepada ummat ketika kedzaliman ditimpakan kepada mereka. Ditengah para elit penguasa lebih cenderung condong kepada kepentingan asing, dan aseng. Umat ini harus tegas mengatakan “Stop Kriminalisasi Ulama”.

Ditulis : Anwar Ihsanuddin S.Pd (Redaksi Majalah Islam An-Najah)

Editor : Abu Mazaya