Walau Kalah Fisik, Jangan Kalah Mental

jangan menyerah
jangan menyerah

An-Najah.net – Banyak-sedikit pasukan bukan standar kemenangan. Minder, kekalahan mental yang banyak melanda kaum muslim hari ini. Kalah mental, berakibat ‎lebih dahsyat dari pada kalah fisik. Kalah mental menjadikan pelakunya merasa hina, tidak ‎bergairah untuk bangkit, dan yang lebih parah, ia kehilangan semangat perlawanan. Pasrah pada ‎keadaaan yang hina.‎

Baca juga: Nasihat Umar Bin Khattab; Kunci Untuk Mendapatkan Kemenangan

Bukankah Allah Ta’ala telah mewanti-wanti virus yang berbahaya ini.‎

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

‎“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah ‎orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali ‎Imran:139)‎

Keyakinan Yang Pasti

Ayat ini turun berkenaan dengan Perang Uhud. Ketika banyak korban dari pihak muslimin yang ‎berjatuhan. Allah mengajarkan; walau banyak kerugian dan korban berjatuhan jangan sampai ‎mental juang runtuh. Justru yang wajib ditanamkan dalam jiwa mereka adalah mental pemenang. ‎karena mereka adalah ‎ (الْأَعْلَوْنَ) yang tertinggi, yang mulia, yang benar, pemanggul panji Allah Ta’ala, yang memiliki potensi untuk menang.‎(Syamsuddin al-Kuthubi, Al-Jami’ Lil Ahkamil Qur’an, cet II, jilid 4, hal. 217)

Spirit perlawanan mutlak dibutuhkan bagi setiap pejuang. Moralitas perjuangan sangat ‎menentukan kemenangan. Ini telah menjadi kesepakatan setiap komandan.‎

Dikisahkan sebelum pecah perang Yarmuk antara bangsa Arab yang memeluk Islam dengan ‎pasukan Romawi, yang masa itu terkenal sebagai salah satu Negara super power dan memiliki ‎prajurit yang terlatih serta persenjataan yang lengkap, adalah seorang prajurit muslim berkata ‎kepada Khalid bin Walid ‎“Alangkah banyaknya pasukan Romawi dan betapa sedikitnya pasukan Islam.” ‎

Khalid bin Walid langsung menimpali, “Betapa sedikitnya pasukan Romawi dan betapa banyaknya ‎pasukan kaum muslimin, itu tidak menentungkan, karena Suatu pasukan perang disebut banyak karena kemenangan dan ‎disebut sedikit karena kekalahan.”‎

Mental Pemenang

“Maksudnya. “ Ungkap Jendral Mahmud Syait Khattab menjelaskan bagian akhir dari ungkapan ‎Kholid di atas “Kemenangan pasukan perang tidak tergantung seberapa banyak jumlah personil dan ‎persiapannya. Tapi moral lah yang menentukan. Jika tidak memiliki moral, pasukan tidak akan ‎berbobot di medan laga. Sebaliknya, pasukan yang memiliki moril (spirit) perjuangan yang tinggi, ‎ia akan mampu menumpas pasukan musuh yang banyak walau jumlah mereka minim.” (Mahmud Syait Khottob, Al Islam ‎wan Nashr, hlm. 13)‎

Dalam tarikhnya, Ibnu Atsir menceritakan derita umat Islam akibat kekalahan mental dan moril ‎saat invansi Tartar.‎

‎“Ketakutan kepada tentara Tartar sangat mencekam. Bahkan, jika ada salah seorang tentara ‎Tartar masuk ke perkumpulan kaum muslimin, ia bisa membantai mereka satu persatu tanpa ada ‎seorangpun dari kaum muslimin melawannya dengan pedang. Padahal tentara Tartar tadi hanya ‎seorang diri.” (Ibnu Atsir, Al Kamil Fi Tarikh, jilid I 5, hal. 314)‎

Hari ini kaum muslimin telah mengalami kekalahan mental yang sangat akut. Ketakutan kepada ‎kekuatan Amerika dan Barat telah meyunat spirit perlawanan dalam dada kaum muslimin.‎

Baca jugaJangan Kau Tunda Kemenangan Dengan Maksiatmu

Akibatnya, bukan sekedar rela dihina, dirampok kekayaan negaranya atau dilecehkan kehormatan ‎Islam dan dirinya. Tapi, lebih parah dari itu; mereka menyalahkan saudara-saudaranya yang masih ‎memiliki spirit dan moril baik yang melawan kemungkaran ini.‎ Wallahu Ta’ala ‘Alam

Penulis             : Ibnu Jihad

Editor              : Ibnu Alatas