Warga Suriah Produksi Masker Anti Gas Beracun

SURIAH – Pasca serangan gas beracun yang mengorbankan lebih dari 1400 jiwa di Ghauthah Timur, warga kota tersebut mulai memproduksi masker anti gas beracun.

Langkah ini ditempuh sebagai usaha melindungi diri  dari serangan gas beracun yang dilakukan militer rezim.

Masker-masker tersebut merupakan hasil produksi industri rumahan. Pengrajin memanfaatkan bahan yang ada, seperti kapas dan karbon. Bahan-bahan tersebut lalu diolah menjadi alat penangkal gas.

Salah satu relawan yang terlibat dalam produksi masker tersebut, Ibrahim As-Syami mengatakan, “Kami mulai membuat masker ini setelah serangan di Ghaoutah. Meskipin bahan bakunya sangat terbatas.” Sebagaimana dikutip oleh aljazeera.net.

Usaha tersebut banyak mendapat bantuan tenaga yang bekerja secara suka rela. Salah satu relawan muda bernama Ali Farid. Remaja yang kehilangan teman dan anggota keluarga dalam pembantaian 21 Agustus silam menawarkan tenaganya secara suka rela.

home-made-gask-mask

Pengrajin lain bernama Abu Anwar membeberkan, ongkos produksi masker-masker tersebut cukup murah, tak lebih dari USD 1,5 atau Rp 18.000  Ditambah dengan biaya listrik.

Usaha tersebut berjalan secara swadaya dengan donasi beberapa orang yang tinggal di sekitar bengkel tersebut. Setelah selesai diproduksi, masker-masker tersebut dibagikan secara gratis kepada penduduk sekitar.

Nah, anda tertarik untuk ikut memberi bantuan?

[aljazeera/reuters/faris]