Waspada, Banyak Wali Setan Berkeliaran!‎

setan
setan

An-Najah.net – Wali setan yang sesat menyesatkan. Saudaraku, perlu diketahui bahwa sekarang ada ulama dan ada ulama-ulamaan. Ulama mengajak kita ke Surga sedangkan ulama-ulamaan mengajak kita ke surga-surgaan.

Terus siapa yang dinamakan ulama-ulamaan? Ulama-ulamaan adalah orang-orang yang “Imanuhum fi amplopihim” iman-iman mereka ada di dalam amplop. Maksudnya, keimanannya terjual hanya karena perhiasan dunia yang sifatnya sementara dan fana.

Innalillahi wainna ilahi raji’un, inilah fakta yang terjadi hari ini. Banyak ulama yang rela menjual agamanya hanya karena kemerlapan dunia, inilah yang dinamakan ulama-ulamaan. Mereka berjuang bukan karena Allah Ta’ala dan Rasul-Nya – guna meraih rahmat dan ridho-Nya – melainkan berjuangnya mereka hanya untuk memenuhi hawa nafsu belaka mereka.

Mereka berdakwah mengatasnamakan Islam namun dakwah mereka menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal, membolak-balikan ayat Al-Quran, membolak-balikan makna hadits Nabi, seenakknya berbicara syariat tanpa dasar, ucapan dan perbuatan tidak seiring dan sejalan, mereka berdakwah tanpa ada rasa takut kepada Allah Ta’ala. Itulah fakta yang terjadi.

Jangan Salah Anggapan

Bila ada yang beranggapan, “kan dia wali Allah!” saudaraku, perlu diketahui bahwa wali itu ada dua; wali Allah Ta’ala dan wali setan. Wali Allah Ta’ala adalah mereka orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah, dengan mentaati firman-firman-Nya, penciptaan-Nya, izin-Nya, dan kehendak-Nya yang termasuk dalam ruang lingkungan agama.

Semua itu kadang-kadang menghasilkan berbagai karamah pada diri mereka sebagai hujjah dalam agama dan bagi kaum muslimin, tetapi karamah tersebut tidak akan pernah ada kecuali dengan menjalankan syariat yang dibawa Rasulullah Muhammad Saw.

Sedangkan wali setan mereka adalah orang-orang yang mengedepankan waha nafsu dengan meninggalkan syariat Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Dia tidak shalat, tidak puasa, suka maksiat, menghalalkan yang diharamkan Allah Ta’ala, mengharamkan yang dihalalkan Allah Ta’ala, membolak-balikkan ayat dan hadits nabi, maka sifat-sifat itu adalah wali setan.

Kedudukan wali hanya dapat diberikan kepada orang-orang yang telah nyata ketakwaannya. Sementara orang yang nyata telah melanggar syariat tidak dapat diberikan kedudukan yang mulia ini. Apalagi dalam kehidupan kesehariannya tidak melaksanakan syariat Islam dengan baik sehingga mustahil bagi Allah untuk memberikan derajat ‘wali’ kepada orang seperti ini.

Jangan Tertipu Dengan Penampilan

Kalau ada yang beragumen, “kan penampilannya Islami!”. Saudaraku, walaupun sorban yang menggulung di kepalanya sebesar tampah, kemudian sorban yang melilit dilehernya sepanjang 7 Km, jubanya berlapis tujuh, tapi kalau dia bermaksiat, tidak shalat, tidak puasa, tidak menjalankan syariat Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, menghalalkan yang diharamkan Allah Ta’ala begitu pula sebaliknya, maka ketahuilah wahai saudaraku, mereka hanyalah wali setan yang sesat menyesatkan.

Mereka mengira mendapatkan petunjuk dari Allah Ta’ala, namun harapan tersebut hanyalah harapan yang dusta. Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman,

فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلَالَةُ ۗ إِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ

“Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.” (Q.S: Al-Araf: 30)

Saudaraku, hari ini banyak sekali ulama-ulamaan yang berkeliaran mengatasnamakan wali Allah Ta’ala, padahal sejatinya mereka hanyalah wali setan yang sesat lagi menyesatkan. Ulama yang lurus adalah ulama yang ilmu dan amalnya sejalan, ucapan dan amalannya sejalan, prilakunya tidak bertentangan dengan syariat Islam, mereka berdakwah hanya untuk mencari rahmat, ampunan, dan ridho Ilahi.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kita keistiqomahan dan selalu menjaga kita dan ulama-ulama kita hingga Islam ini jaya tegak diatas muka bumi ini, amin. Wallau Ta’ala ‘Alam

Penulis: Ibnu Jihad

Editor: Ibnu Alatas